Mobil Listrik Murah China Bakal Banjiri Pasar Otomotif Dunia

UPBERITA.COM - Industri otomotif global tengah menghadapi perubahan signifikan menyusul pameran Guangzhou Motor Show 2025 yang menunjukkan kesiapan Tiongkok membanjiri pasar internasional dengan mobil listrik dan hibrida berharga terjangkau. Langkah ini merupakan strategi ekspansi yang berpotensi memicu guncangan harga global.
Kendaraan-kendaraan tersebut diproyeksikan dipatok di kisaran 100.001 hingga 150.000 yuan, atau sekitar Rp200 jutaan. Penetapan harga yang sangat agresif ini menimbulkan tantangan besar bagi banyak produsen Barat yang masih berjuang keras menekan biaya produksi di tengah tuntutan emisi yang semakin ketat dan investasi teknologi yang masif.
Menurut laporan Nikkei Asia yang disadur VIVA Otomotif pada Sabtu, 29 November 2025, sebagian besar pabrikan besar Tiongkok kini menjadikan ekspor sebagai pilar utama strategi perluasan pasar mereka. Kehadiran model-model murah ini dinilai bukan lagi sekadar persaingan biasa, melainkan ancaman serius yang dapat memicu perang harga di seluruh dunia.
Beberapa model yang menarik perhatian publik adalah Leapmotor A10, yang dibanderol sekitar 100.000 yuan, serta Lafa 5 yang berada di segmen harga serupa dan dikembangkan khusus untuk pasar internasional. Nio juga turut meramaikan pameran dengan memperkenalkan Firefly, yang untuk pertama kalinya hadir dalam konfigurasi kemudi kanan. Mobil ini dihargai sekitar 100.000 yuan dan direncanakan memasuki 17 pasar baru pada tahun mendatang. Selain itu, GAC memamerkan Aion i60, sebuah SUV range-extender dengan harga mulai 109.800 yuan.
Ekspansi Agresif dan Dinamika Persaingan Harga Global
Serbuan model-model baru ini semakin memperketat perang harga yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir di pasar Tiongkok sendiri. Segmen mobil listrik dan hibrida berharga terjangkau kini menjadi arena persaingan paling sengit. Data menunjukkan, selama sembilan bulan pertama tahun ini, penjualan model di kisaran 100.001 hingga 150.000 yuan mencapai 2,35 juta unit, menjadikannya segmen terbesar di pasar Tiongkok dengan lonjakan signifikan dari kurang dari 1,5 juta unit pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, segmen di kisaran 150.001 hingga 200.000 yuan justru stagnan di sekitar 2,3 juta unit.
Di tengah tekanan kompetitif domestik, ekspor mobil listrik Tiongkok justru mengalami peningkatan pesat. Sepanjang tiga kuartal pertama tahun ini, sebanyak 1,75 juta unit EV dan PHEV berhasil dikirim ke luar negeri, menunjukkan kenaikan impresif sebesar 89 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini menegaskan ambisi Tiongkok untuk menjadi pemain dominan di pasar kendaraan elektrifikasi global.