ZoyaPatel

Dorong Nilai Tambah Lele Lokal, Dosen UPN Veteran Jatim Survei UMKM Ikan Asap di Pasuruan

Mumbai

Observasi langsung di lokasi budidaya ikan lele di Kota Pasuruan


UPBERITA.COM - Potensi pengembangan produk pangan lokal berbasis perikanan terus membuka peluang bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Melihat peluang tersebut, dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur melakukan survei lapangan ke Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Mandiri Bersatu yang berlokasi di Kelurahan Tambaan, Kota Pasuruan.

Survei ini merupakan langkah awal dalam program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas usaha pengolahan ikan lele menjadi produk bernilai tambah, khususnya ikan lele asap. Program ini juga menjadi bagian dari proposal pengabdian yang telah berhasil lolos pendanaan BiMA untuk Skema Pengabdian Kemitraan Masyarakat Tahun Anggaran 2026, sebagaimana diumumkan secara resmi pada 9 April 2026 lalu. Capaian ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Kegiatan survei dilakukan oleh Arum Indiharwati, S.ST., M.SEI. dan M. Jaenudin, S.EI., M.SEI. bersama mitra dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang selama ini mendampingi kelompok usaha tersebut. Turut hadir dalam kegiatan ini Muhammad Nur Wicaksono selaku Social Empowerment Manager LMI Jawa Timur serta Sastro sebagai pendamping KUBE dari LMI Pasuruan.


Diskusi Bersama Mitra


KUBE Mandiri Bersatu merupakan kelompok usaha produktif masyarakat yang beranggotakan sepuluh orang dan dipimpin oleh Bapak Haris Windra. Kelompok ini mengembangkan usaha budidaya ikan lele sekaligus mulai merintis pengolahan produk turunan berupa ikan lele asap sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil budidaya. Usaha pengasapan ikan tersebut masih tergolong baru dan mulai dijalankan dalam beberapa bulan terakhir. 

Dalam kegiatan survei tersebut, tim dosen bersama mitra pendamping melakukan observasi langsung terhadap proses produksi serta berdiskusi dengan anggota kelompok terkait pengelolaan usaha dan strategi pemasaran produk. Saat ini proses pengasapan ikan masih menggunakan peralatan sederhana berupa tungku drum dengan waktu pengasapan sekitar dua jam untuk satu kali proses produksi. Produk ikan lele asap yang dihasilkan memiliki daya simpan sekitar lima hingga tujuh hari dan umumnya dikemas menggunakan plastik sederhana yang dilapisi daun pisang. 

Selain memproduksi ikan asap, sebagian besar hasil budidaya ikan lele dari kelompok ini masih dipasarkan dalam bentuk ikan segar melalui pengepul. Sementara itu, produk ikan lele asap dipasarkan secara terbatas berdasarkan pesanan, termasuk kepada beberapa instansi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi pengembangan usaha masih sangat terbuka, terutama pada aspek pengolahan produk, pengemasan, dan perluasan jaringan pemasaran.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa kelompok usaha ini masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pengembangan usaha, di antaranya keterbatasan peralatan produksi, belum adanya merek dan label produk, serta penggunaan kemasan yang masih sederhana. Selain itu, meskipun anggota kelompok telah mengetahui pentingnya sertifikasi halal, produk yang dihasilkan saat ini masih belum memiliki sertifikat halal karena keterbatasan fasilitas dan pemahaman terkait proses pengajuan. 

Ketua tim pengabdian, Arum Indiharwati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mendukung penguatan usaha mikro berbasis masyarakat. Menurutnya, pengembangan produk olahan seperti ikan lele asap memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil budidaya perikanan lokal.

“Melalui kegiatan pendampingan ini, kami ingin membantu kelompok usaha masyarakat untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat identitas merek, serta memanfaatkan pemasaran digital agar produk yang dihasilkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Ke depan, tim dosen UPN Veteran Jawa Timur bersama mitra pendamping dari LMI akan melaksanakan berbagai program pendampingan yang mencakup penguatan visual branding produk, peningkatan kualitas kemasan, pemanfaatan pemasaran digital, serta penerapan standar keamanan pangan dan halal.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga pemberdayaan masyarakat, dan kelompok usaha lokal ini diharapkan dapat mendorong lahirnya produk unggulan berbasis komunitas yang memiliki daya saing lebih tinggi. Dengan dukungan pendampingan yang berkelanjutan, usaha ikan lele asap yang dikembangkan oleh KUBE Mandiri Bersatu diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu produk olahan perikanan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.  (Penulis: Arum Indiharwati, M. Jaenudin)


Ahmedabad