Sistem Pertanahan Berbasis Digital: Pengalaman Mahasiswa FH UPNVJ di ATR/BPN Jakarta Barat
UPBERITA.COM – Margaretha Shintauli Sihombing, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), resmi menyelesaikan program magang di Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Administrasi Jakarta Barat.
Selama menjalani
magang, Margaretha berkesempatan terlibat langsung dalam proses administrasi pertanahan yang kini
sudah berbasis digital, sejalan dengan modernisasi layanan publik yang sedang dijalankan oleh ATR/BPN.
Dalam program magang yang berlokasi di Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran (PHP), Margaretha
mendapatkan pengalaman praktis yang memperkaya pemahamannya terkait mekanisme pelayanan
pertanahan.
Ia terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari kegiatan administratif seperti penyusunan dan
pencatatan surat dinas, pemeriksaan dokumen pertanahan, hingga proses validasi data melalui sistem
digital ATR/BPN.
1. Penyusunan serta menjawab surat dan laporan masuk. Margaretha juga membantu dalam
penanganan surat administrasi yang masuk dan memastikan alurnya tercatat secara tertib dan
menjawab surat permohonan informasi pertanahan dari instansi pemerintah terkait.
2. Validasi Data Melalui Sistem Digital ATR/BPN. Selain kegiatan administrasi manual, Margaretha
juga terlibat dalam validasi data sertifikat elektronik melalui aplikasi internal ATR/BPN. Ia
memeriksa kesesuaian data antara berkas fisik dan database digital untuk mendukung
penyelenggaraan sertifikat tanah berbasis elektronik.
3. Input Data Pendaftaran Sertifikat Elektronik. Margaretha ikut serta mengelola data permohonan
Surat Keterangan Pendaftaran Tanah untuk memastikan data tersimpan secara akurat dan
terdokumentasi dengan baik serta melakukan pencatatan BPHTB dan Pajak Penghasilan terkait
permohonan hak atas tanah.
Pengalaman ini memberikan gambaran nyata kepada Margaretha mengenai penerapan hukum agraria
dalam praktik administrasi pertanahan. Melalui kegiatan magang tersebut, Margaretha memahami
bagaimana pelayanan pertanahan dijalankan secara langsung, termasuk bagaimana prinsip kepastian
hukum diterapkan melalui sistem administrasi yang terstruktur.
Selain itu, pengalaman ini juga membuka
wawasan terkait transformasi digital yang sedang berlangsung di lingkungan ATR/BPN sebagai bagian
dari upaya meningkatkan efektivitas dan transparansi dalam pelayanan publik.
Dengan terselenggaranya kegiatan magang ini, diharapkan mahasiswa Fakultas Hukum dapat memperoleh peningkatan kemampuan praktis terkait administrasi pertanahan, memahami mekanisme layanan publik, dan menambah wawasan mengenai isu-isu tata kelola agraria di Indonesia.(*)
