Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Melonjak 141 Persen di 2025

Namun, lonjakan permintaan tersebut tidak selaras dengan volume produksi mobil listrik di dalam negeri. Data menunjukkan bahwa produksi mobil listrik di Indonesia justru mengalami penurunan sebesar 4 persen pada tahun 2025, tercatat sebanyak 24.727 unit, berbanding dengan 25.861 unit pada tahun 2024. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar unit mobil listrik yang didistribusikan sepanjang tahun lalu merupakan hasil impor dalam bentuk CBU (Completely Built-Up).
Sementara itu, segmen mobil elektrifikasi jenis hybrid (HEV) mencatat kenaikan penjualan sebesar 10 persen pada tahun 2025, mencapai 65.943 unit. Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) menunjukkan pertumbuhan yang lebih pesat, yakni 3.775 persen dengan total penjualan 5.270 unit.
Meskipun penjualan hybrid hanya naik 10 persen, volume produksinya di Indonesia justru melonjak 38 persen menjadi 97.462 unit sepanjang 2025. Produksi PHEV sendiri baru dimulai tahun lalu dengan total 6.024 unit.
Pergeseran Tren Pasar Kendaraan di Indonesia
Perolehan penjualan mobil pada tahun 2025 secara keseluruhan mencapai 803.687 unit untuk wholesales dan 833.692 unit untuk retail. Angka ini melampaui target wholesales yang ditetapkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebesar 780 ribu unit, namun masih di bawah pencapaian tahun 2024 yang mencatat 865.723 unit wholesales dan 889.680 unit retail.
Di sisi lain, terjadi tren penurunan pada penjualan mobil ramah lingkungan berbiaya terjangkau atau Low Cost Green Car (LCGC), yang mengalami penurunan 31 persen menjadi 122.686 unit pada tahun 2025. Mobil konvensional di luar segmen LCGC juga mengalami penurunan 14 persen, menjadi 505.857 unit.
Penurunan juga terlihat pada produksi LCGC yang susut 24 persen menjadi 155.534 unit. Produksi mobil dengan mesin pembakaran internal (ICE) di luar LCGC juga menyusut 3,5 persen menjadi 863.853 unit.