Gemini Google Ubah Deskripsi Teks Menjadi Melodi Memukau
UPBERITA.COM - Google kini memperkenalkan kemampuan baru pada aplikasi Gemini yang memungkinkan pengguna menciptakan karya musik hanya dengan instruksi tertulis. Fitur beta ini, yang diberdayakan oleh model generatif Lyria 3 dari Google DeepMind, mampu menghasilkan trek musik lengkap dengan lirik dari deskripsi teks yang diberikan.
Pengguna dapat mengunggah foto atau video untuk memicu pembuatan lagu yang selaras dengan nuansa visual tersebut, lengkap dengan sampul yang dibuat secara otomatis. Google menyatakan bahwa Lyria 3 menawarkan peningkatan signifikan dalam hal realisme dan kompleksitas komposisi musik dibandingkan pendahulunya.
Selain itu, pengguna memiliki keleluasaan untuk mengatur gaya musik, jenis vokal, dan tempo sesuai preferensi.
Layanan ini tidak hanya terbatas pada aplikasi Gemini; model Lyria 3 juga diintegrasikan ke dalam YouTube melalui fitur Dream Track yang ditujukan bagi para kreator konten. Sebelumnya eksklusif untuk kreator di Amerika Serikat, fitur ini kini tersedia secara global.
Google Pastikan Orisinalitas dan Etika dalam Produksi Musik AI
Google menekankan bahwa fitur ini dirancang untuk memfasilitasi ekspresi kreatif orisinal, bukan untuk meniru karya musisi yang sudah ada. Jika pengguna menyebutkan nama seorang artis dalam deskripsinya, Gemini akan menghasilkan musik dengan gaya atau aransemen yang terinspirasi, bukan menjiplak karya asli. Perusahaan juga telah menerapkan sistem penyaringan untuk memantau kesamaan antara lagu yang dihasilkan AI dengan konten yang telah dipublikasikan.
"Seluruh lagu yang dibuat menggunakan Lyria 3 akan dilengkapi label digital SynthID untuk mengidentifikasi konten yang dihasilkan AI," jelas Google, seraya menambahkan bahwa Gemini juga memiliki kapabilitas untuk membantu pengguna memverifikasi asal-usul trek musik tersebut.
Fitur pembuatan musik ini dapat diakses oleh pengguna Gemini berusia 18 tahun ke atas di seluruh dunia, dengan dukungan berbagai bahasa termasuk Inggris, Jerman, Spanyol, Prancis, India, Jepang, Korea, dan Portugis. Perkembangan musik berbasis AI telah memicu berbagai reaksi di industri, dengan platform seperti Spotify dan YouTube mulai mengadopsi teknologi ini dan menjalin kemitraan dengan label musik untuk monetisasi.
Sementara itu, perusahaan pengembang model AI menghadapi gugatan terkait hak cipta materi pelatihan. Platform seperti Deezer telah merilis alat untuk mengidentifikasi musik yang dihasilkan AI guna mencegah potensi penyalahgunaan dan manipulasi streaming.
