ZoyaPatel

Pandji Pragiwaksono Tegaskan Tak Berniat Menista Agama

Mumbai


UPBERITA.COM -  Komika Pandji Pragiwaksono menyatakan dirinya tidak merasa melakukan penistaan agama dalam materi pertunjukan stand-up comedy bertajuk Mens Rea. Pernyataan ini disampaikan setelah menjalani proses klarifikasi di Polda Metro Jaya pada Jumat (6/2).

Pandji menjelaskan bahwa proses klarifikasi berjalan lancar dan ia telah menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan oleh penyidik. Ia juga menegaskan komitmennya untuk selalu membuka ruang dialog apabila terdapat perbedaan tafsir atau kesalahpahaman terhadap karya seninya.

"Ya saya tadi menjalani prosesnya, saya coba untuk jawab pertanyaan dari polisi sebaik mungkin. Saya ada pada posisi tidak merasa melakukan penistaan agama," ujar Pandji kepada awak media usai pemeriksaan.

Ia menambahkan, "Jadi prosesnya tadi jalan dengan cukup lancar, pertanyaannya terjawab dan kita ikutin prosesnya saja."

Dialog Solusi Kesalahpahaman Karya Seni

Pandji Pragiwaksono menekankan bahwa dialog merupakan langkah terbaik untuk menjernihkan persoalan terkait karya seni. Ia memiliki rekam jejak yang menunjukkan kesediaannya untuk berdialog ketika terjadi ketidaksesuaian pemahaman atas karyanya.

"Saya selalu membuka ruang untuk dialog dan secara historis juga ada terlalu banyak bukti yang menunjukkan bahwa dalam sebuah kesalahpahaman atau ada ketidaksesuaian penangkapan makna dari karya seni saya, saya selalu bersedia untuk dialog. Bahkan saya sama Haris berkata tentu langkah lebih baik kalau kita duduk bareng dan mencoba menyampaikan maksudnya," tutur Pandji.

Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 8 Januari 2026 terkait dugaan penistaan agama dan penghasutan dalam materi stand up comedy Mens Rea. Laporan tersebut diajukan oleh sejumlah pihak yang mengatasnamakan kelompok masyarakat, termasuk Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah, yang menilai materi tersebut melampaui batas kritik dan mengandung unsur penghinaan. Untuk memberikan klarifikasi, Pandji juga sempat menemui Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelum memenuhi panggilan polisi.

Sumber : Media Indonesia

Ahmedabad