Kadin Imbau Presiden Batalkan Impor Mobil India Demi Industri Lokal
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri, Saleh Husin, menyatakan bahwa perusahaan otomotif nasional siap memenuhi kebutuhan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ia menekankan pentingnya pertumbuhan industri dalam negeri sebagai salah satu pilar untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan Presiden. "Nah harusnya kita dukung keinginan Bapak Presiden tersebut bukan justru mematikan investasi dan industri yang sudah ada," ujar Saleh Husin dalam keterangannya pada Minggu, 22 Februari 2026.
Dampak Impor CBU Terhadap Industri Komponen Lokal
Saleh Husin menjelaskan bahwa impor kendaraan dalam bentuk utuh (Completely Built Up/CBU) memiliki dampak berantai yang signifikan terhadap industri otomotif nasional. Ia mengkhawatirkan sektor industri komponen otomotif, yang merupakan penopang utama industri perakitan kendaraan, akan terpukul keras. Industri komponen ini mencakup berbagai elemen krusial seperti mesin, bodi, sasis, ban, aki, kursi, hingga komponen elektronik.
"Semakin kuat produksi komponen otomotif lokal, semakin tinggi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), penyerapan tenaga kerja, dan efek pengganda terhadap perekonomian. Sebaliknya, jika pasar didominasi kendaraan impor dalam bentuk utuh, maka industri komponen nasional ikut tertekan dan agenda hilirisasi serta industrialisasi dapat melemah," papar Saleh Husin.
Ia menambahkan bahwa kebijakan ini berpotensi melemahkan agenda hilirisasi dan industrialisasi yang menjadi fokus Presiden Prabowo. Program hilirisasi dan industrialisasi bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta mendorong transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia lokal. Oleh karena itu, industri otomotif yang telah dibangun dan dikembangkan di dalam negeri perlu dilindungi melalui regulasi yang tepat.
