Madiun Perkaya Wisata Religi Dengan Tiga Destinasi Unggulan
UPBERITA.COM - Pemerintah Kota Madiun meluncurkan paket wisata religi baru yang dirancang untuk menarik wisatawan dan memajukan perekonomian lokal. Inisiatif ini menggabungkan tiga situs bersejarah dan bernilai spiritual yang tersebar di kota.
Penjabat Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menjelaskan bahwa paket wisata ini merupakan langkah strategis untuk mengembangkan destinasi tematik yang terintegrasi. "Selama ini Kota Madiun dikenal dengan kawasan Pahlawan Street Center dan Pahlawan Religi Center. Dengan hadirnya paket wisata religi, diharapkan mampu menjadi daya tarik baru bagi wisatawan sekaligus memperkenalkan sejarah serta nilai-nilai religi kepada masyarakat luas," ujarnya.
Tiga Titik Destinasi Wisata Religi
Paket wisata religi yang baru diluncurkan ini akan menghubungkan tiga lokasi penting: Pahlawan Religi Center (PRC) yang berada di kawasan Pahlawan Street Center (PSC), kemudian Makam dan Masjid Kuncen di Kelurahan Kuncen, serta Makam dan Masjid Taman di Kelurahan Taman.
Peluncuran paket ini bertepatan menjelang bulan suci Ramadhan, yang diharapkan tidak hanya menjadi alternatif destinasi liburan dan edukasi sejarah, tetapi juga memberikan dampak positif ganda bagi masyarakat. "Mulai dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, menggeliatkan sektor ekonomi kreatif, hingga memberdayakan UMKM lokal warga setempat agar semakin naik kelas," kata F. Bagus Panuntun.
Makam Kuno Kuncen memiliki nilai sejarah sebagai tempat peristirahatan Pangeran Timur atau Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno, Bupati Madiun pertama pada abad ke-16. Di kompleks ini juga terdapat Masjid Kuncen, masjid kuno yang diperkirakan dibangun pada abad yang sama. Sementara itu, Masjid Kuno Taman atau Masjid Donopuro dibangun pada abad ke-18 di era kepemimpinan Bupati Madiun Ronggo Prawirodirjo I. Di kompleks Makam Kuno Taman juga terdapat makam tokoh-tokoh penting seperti Raden Ronggo Prawirodirjo I, Raden Ronggo Prawirodirjo II, dan Raden Bagoes Sentot Prawirodirdjo atau Sentot Ali Basya, yang merupakan panglima perang Pangeran Diponegoro.
Fokus utama pengembangan paket wisata religi ini tidak hanya pada kunjungan wisatawan, tetapi juga pada penggalian potensi budaya dan sejarah, penguatan UMKM, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Unsur masyarakat seperti takmir masjid dan juru kunci situs akan diberdayakan sebagai pemandu wisata profesional yang menguasai narasi sejarah dari situs-situs yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya ini.
Sumber : Antara
