ZoyaPatel

Menkes Usulkan Reaktivasi 120 Ribu Pasien Kronis BPJS PBI

Mumbai


UPBERITA.COM -  Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan reaktivasi terhadap 120.000 masyarakat penderita penyakit katastropik yang sebelumnya dihapus dari daftar penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS PBI JKN). Langkah ini diambil untuk memastikan keberlanjutan layanan kesehatan bagi kelompok rentan ini.

Data menunjukkan bahwa dari 120.000 warga tersebut, mayoritas menderita penyakit jantung (63.119 orang), diikuti oleh stroke (26.224 orang), dan kanker (16.804 orang). Penyakit katastropik adalah kondisi medis yang memerlukan biaya pengobatan tinggi dan berpotensi mengancam jiwa.

Dalam rapat bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin (9/2), Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa usulan ini bertujuan untuk mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Kementerian Sosial agar layanan untuk 120.000 pasien tersebut dapat direaktivasi secara otomatis selama tiga bulan ke depan.

Proses Reaktivasi Otomatis dan Pendanaan

Budi menjelaskan bahwa reaktivasi otomatis berarti pemerintah akan melakukan proses tersebut tanpa perlu pasien datang ke fasilitas kesehatan. "Kalau ditanya biayanya berapa, kan tadi 120.000 kalau kali Rp42.000 PBI sebulan paling Rp5 miliar. Jadi kita minta kalau bisa ya Rp15 miliar lah dikeluarkan untuk otomatis mereaktivasi yang tadi PBI-nya keluar ya," ujarnya mengenai estimasi biaya yang diajukan.

Dana sebesar Rp15 miliar ini diharapkan dapat mencukupi untuk mereaktivasi status PBI para pasien selama tiga bulan masa transisi. Selama periode tersebut, instansi terkait akan memverifikasi kembali data ke-120.000 masyarakat tersebut untuk memastikan kelayakan mereka.

Menkes menekankan pentingnya validasi data yang cermat. "Kita memahami tadi bener sekali Kemensos dan BPJS bilang, bahwa tujuan ini kan yang mampu harusnya tidak bayar, tapi yang tidak mampu harusnya kita layani dengan baik, sehingga dalam tiga bulan ini, kenapa kita usulannya ini sementara saja, tiga bulan ini bener-bener divalidasi kembali," katanya, menunjukkan komitmen untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Ahmedabad