ZoyaPatel

UMKM Mesti Manfaatkan Momentum Imlek dan Ramadan untuk Tingkatkan Penjualan

Mumbai


UPBERITA.COM -  Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) didorong untuk memanfaatkan kedekatan momen Tahun Baru China (Imlek) dan Bulan Suci Ramadan tahun ini guna mendongkrak konsumsi masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara.

"Harus ada riset ke mana arah tren pola konsumsi masyarakat," ujar Bhima Yudhistira Adhinegara pada Senin, 9 Februari 2026. Ia menekankan pentingnya pelaku UMKM untuk memahami tren produk yang diminati, seperti busana untuk perayaan Imlek, Ramadan, hingga Idul Fitri.

Strategi Pemasaran UMKM di Momen Keagamaan

Pelaku UMKM dapat meraih perhatian konsumen melalui produk yang tersegmentasi, seperti paket makanan ringan khas Imlek, promosi liburan, atau aksesoris perayaan. Selain itu, buah-buahan seperti jeruk Mandarin, kue, dan minuman khas Imlek juga berpotensi meningkatkan minat konsumen.

Menyambut Ramadan, UMKM disarankan menyediakan produk yang dicari, mulai dari perangkat ibadah, makanan beku, pakaian jadi, hingga tawaran transportasi dan perhotelan. Bhima juga menyarankan UMKM untuk mengantisipasi potensi minat konsumen pada Idul Fitri, misalnya melalui jasa penitipan hewan atau parsel Lebaran.

"Penjualan produk lokal masih punya peluang tumbuh, tapi, akan sangat lokal dan terkait kebutuhan esensial seperti makanan, baju dan transportasi saat mudik,” ungkapnya.

Untuk menghadapi tantangan daya beli dan ketidakpastian ekonomi global, Bhima menyarankan kolaborasi antar UMKM, seperti penyelenggaraan bazar kuliner dan perlengkapan Ramadan di dekat area masjid. Pemanfaatan platform digital dan media sosial juga dinilai sangat efektif dalam menawarkan produk. Selain itu, penting bagi UMKM untuk menyediakan stok bahan baku yang sesuai perkiraan permintaan guna menghindari kerugian.

Ahmedabad