Tiga Suplemen Berbahaya Bagi Penderita Hipertensi

UPBERITA.COM - Menjaga tekanan darah tetap stabil merupakan kunci utama kesehatan jantung, dan pengelolaan asupan suplemen dapat menjadi salah satu strateginya. Meskipun suplemen nutrisi sering dikonsumsi untuk melengkapi gizi harian dan meningkatkan kesehatan, beberapa di antaranya justru berpotensi membahayakan individu dengan kondisi tekanan darah tinggi.
Beberapa suplemen yang umum dikonsumsi ternyata dapat menimbulkan efek negatif pada tekanan darah tinggi. Penting bagi penderita hipertensi untuk waspada dan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi suplemen baru.
Penelitian menunjukkan bahwa ada tiga jenis suplemen yang sebaiknya dihindari oleh penderita darah tinggi karena berpotensi memperburuk kondisi mereka.
Memahami risiko ini dapat membantu penderita hipertensi membuat pilihan yang lebih aman dalam menjaga kesehatan mereka.
Suplemen yang Harus Dihindari Penderita Darah Tinggi
Beberapa suplemen, meskipun memiliki manfaat umum, dapat memberikan dampak yang merugikan bagi penderita hipertensi. Berikut adalah tiga suplemen yang perlu diwaspadai:
-
Vitamin D (dosis tinggi)
Vitamin D dikenal memiliki banyak khasiat, termasuk untuk kesehatan tulang dan imunitas. Namun, konsumsi vitamin D dalam dosis melebihi 10.000 IU per hari dapat memicu hiperkalsemia, suatu kondisi yang seiring waktu dapat meningkatkan tekanan darah. Selain itu, dosis tinggi vitamin D dapat berinteraksi dengan obat diuretik yang sering digunakan untuk mengobati hipertensi, mengganggu kemampuan tubuh membuang kalsium dan kembali menaikkan tekanan darah.
-
Akar Manis (akar licorice)
Dalam pengobatan tradisional, akar manis dipercaya dapat mengobati berbagai masalah pernapasan, hati, dan penyembuhan luka. Senyawa asam glisirizik (GA) yang terkandung dalam akar manis diketahui dapat meningkatkan tekanan darah. Konsumsi GA sebanyak 100 miligram (mg) per hari telah terbukti dapat menaikkan tekanan darah. Suplemen yang mengandung GA juga dapat mengurangi efektivitas obat tekanan darah dan meningkatkan risiko efek samping.
-
Arnica
Arnica, bunga dari famili bunga matahari, sering digunakan secara topikal untuk mengatasi memar, peradangan, dan pembengkakan. Namun, para ahli tidak menganjurkan konsumsi arnica secara oral karena risiko efek samping yang signifikan, termasuk peningkatan tekanan darah dan kerusakan jantung.
Penting untuk selalu melakukan konsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen apa pun, terutama jika Anda memiliki kondisi medis seperti tekanan darah tinggi.