Maskot Boneka Bulan Temani Awak Misi Artemis II Menuju Gravitasi Nol

UPBERITA.COM - Maskot boneka bulan bernama Rise akan turut serta dalam perjalanan bersejarah misi Artemis II yang dijadwalkan mengorbit bulan dalam waktu dekat, berfungsi sebagai penanda visual untuk menandai momen transisi ke kondisi gravitasi nol.
Misi yang akan membawa empat astronaut ini dijadwalkan lepas landas pada 1 April mendatang, menandai tonggak penting dalam eksplorasi antariksa setelah lebih dari lima dekade sejak program Apollo berakhir.
Dalam pernyataannya di Kennedy Space Center, Komandan Misi Artemis II, Reid Wiseman, mengonfirmasi bahwa Rise akan mengudara bersama awaknya dan menjadi indikator visual yang jelas saat memasuki zona tanpa bobot.
Boneka yang terinspirasi dari citra ikonik "Earthrise" dari misi Apollo 8 ini merupakan hasil karya Lucas Ye yang berasal dari Mountain View, California.
Keunikan Indikator Gravitasi Nol dalam Misi Antariksa
Menurut publikasi dari NASA, indikator gravitasi nol secara umum adalah mainan kecil berbulu yang kerap dibawa oleh para astronot. Fungsinya adalah untuk memberikan sinyal visual kepada kru ketika mereka telah memasuki kondisi tanpa bobot di luar angkasa.
Desain Rise berhasil terpilih setelah melalui proses seleksi yang ketat dari lebih dari 2.600 proposal yang diajukan dari berbagai negara, termasuk dari siswa sekolah dasar hingga menengah. Lomba Maskot Bulan ini menjadi wadah kreativitas yang menarik.
Tim seleksi yang terdiri dari para kru misi tersebut berhasil menyaring puluhan karya hingga menyisakan lima desain finalis yang dianggap paling menonjol, yaitu:
- Big Steps of Little Octopus oleh Anzhelika Iudakova dari Finlandia
- Corey the Explorer oleh Daniela Colina dari Peru
- Creation Mythos oleh Johanna Beck dari McPherson, Kansas
- Lepus the Moon Rabbit oleh Oakville Trafalgar School dari Kanada
- Rise oleh Lucas Ye dari Mountain View, California
Keempat astronaut yang akan berpartisipasi dalam misi Artemis II ini adalah Reid Wiseman, Christina Koch, Victor Glover, dan Jeremy Hansen. Mereka dijadwalkan untuk mengelilingi Bulan selama kurang lebih 10 hari sebelum kembali ke Bumi.
Penerbangan ini akan membawa mereka melampaui jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia di luar angkasa, melebihi rekor 400.171 kilometer yang dicetak oleh misi Apollo 13 pada tahun 1970.
Meskipun misi ini tidak mencakup pendaratan di permukaan Bulan, penerbangan ini merupakan langkah awal menuju era eksplorasi baru dan membuka jalan bagi rencana pendaratan di Bulan di masa mendatang. Misi ini juga akan menjadi debut bagi roket generasi baru Space Launch System (SLS) NASA dan kapsul Orion yang akan membawa awak manusia untuk pertama kalinya.