ZoyaPatel

Fenomena Ekuinoks 20 Maret 2026, Matahari Tepat Berada di Atas Khatulistiwa

Mumbai



UPBERITA.COM -  Fenomena alam ekuinoks Maret akan segera terjadi, menandai momen ketika Matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa Bumi. Peristiwa astronomi ini secara bersamaan menjadi penanda dimulainya musim semi di Belahan Bumi Utara dan musim gugur di Belahan Bumi Selatan.

Ekuinoks merupakan fenomena yang terjadi dua kali dalam setahun, yaitu sekitar bulan Maret dan September. Pada saat ekuinoks, durasi siang dan malam di seluruh belahan bumi memiliki panjang yang hampir sama. Ini berbeda dengan periode waktu lainnya dalam setahun, di mana salah satu belahan bumi mengalami siang yang lebih panjang sementara belahan lainnya mengalami malam yang lebih panjang.

Perbedaan durasi siang dan malam ini disebabkan oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi yang mencapai sekitar 23,5 derajat terhadap bidang orbitnya mengelilingi Matahari. Kemiringan inilah yang menyebabkan bagian bumi yang berbeda menerima jumlah radiasi Matahari yang bervariasi sepanjang tahun, bergantung pada posisi Bumi dalam orbitnya.

Ketika ekuinoks terjadi, kemiringan planet kita sejajar dengan orbitnya sedemikian rupa sehingga Bumi tidak terlihat miring terhadap Matahari. Akibatnya, Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa. Meskipun durasi siang dan malam hampir sama, secara teknis siang hari masih memiliki durasi beberapa menit lebih lama karena perambatan cahaya Matahari.

Asal Usul Nama dan Dampak Lokal

Nama "ekuinos" sendiri berasal dari bahasa Latin, gabungan dari kata 'aequus' yang berarti sama dan 'nox' yang berarti malam. Ini mencerminkan karakteristik utama fenomena ini, yaitu keseimbangan durasi siang dan malam.

Menjelang momen ekuinoks, beberapa wilayah di Indonesia berpotensi menyaksikan fenomena Hari Tanpa Bayangan atau Kulminasi Utama. Fenomena ini terjadi ketika Matahari berada tepat di atas kepala pengamat, sehingga bayangan benda-benda seolah menghilang atau tumpang tindih di tengah hari.

Mengingat posisi Indonesia yang berada di garis khatulistiwa, fenomena Hari Tanpa Bayangan ini seringkali berdekatan dengan periode waktu ekuinoks. Ekuinoks musim semi biasanya jatuh pada tanggal 19, 20, atau 21 Maret. Pada tahun 2026, ekuinoks musim semi diprediksi akan terjadi pada tanggal 20 Maret.

Secara umum, Matahari terbit dari timur dan terbenam di barat. Namun, karena kemiringan sumbu Bumi, pergerakan semu Matahari juga tampak bergerak ke utara selama setengah tahun dan ke selatan selama setengah tahun berikutnya, tergantung pada lokasi pengamat di Bumi.

Ahmedabad