ZoyaPatel

BYD Lakukan Perampingan 100 Ribu Karyawan Demi Efisiensi Operasional

Mumbai


UPBERITA.COM -  BYD dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap lebih dari 100.000 karyawan dalam rentang waktu 2025 hingga 2026. Langkah efisiensi ini diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kinerja operasional di tengah lanskap industri kendaraan listrik yang kompetitif.

Keputusan pemangkasan tenaga kerja ini bukan disebabkan oleh penurunan permintaan pasar, melainkan sebagai upaya restrukturisasi internal, peningkatan efisiensi, dan pengendalian biaya produksi. BYD sendiri telah mencatat rekor pendapatan sebesar 803,96 miliar yuan pada tahun 2025, dengan total pengiriman kendaraan mencapai 4,60 juta unit, termasuk 1,05 juta unit yang diekspor ke luar negeri.

Perombakan Strategi di Tengah Persaingan Ketat

Meskipun mencatat lonjakan pendapatan, laba bersih BYD justru mengalami penurunan sekitar 19 persen secara tahunan. Hal ini disebabkan oleh tekanan harga di pasar kendaraan energi baru domestik serta investasi berkelanjutan yang dilakukan perusahaan dalam pengembangan teknologi kendaraan dan baterai. BYD tetap berkomitmen mempertahankan belanja riset dan pengembangan (R&D) sebesar 63,4 miliar yuan meskipun margin laba tertekan.

Perusahaan juga gencar melakukan ekspansi global, salah satunya melalui inovasi teknologi baterai terbaru, Blade Battery 2.0 dengan fitur Flash Charging 2.0. Teknologi ini diklaim mampu mengisi daya baterai dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam lima menit, dan dari 10 persen ke 97 persen dalam kurun waktu sembilan menit. Inisiatif ini sejalan dengan peningkatan target ekspor BYD pada tahun 2026 yang diproyeksikan mencapai 1,5 juta kendaraan, naik 15 persen dari target sebelumnya.

Peningkatan target ekspor ini mencerminkan fokus BYD pada pasar internasional untuk menopang pertumbuhan bisnis di tengah persaingan domestik yang semakin ketat. Penjualan domestik kendaraan energi terbarukan dilaporkan mengalami penurunan pada Februari 2026, sebagian besar disebabkan oleh faktor musiman terkait libur di China. Oleh karena itu, pengembangan infrastruktur pengisian daya cepat dan teknologi baterai baru diharapkan dapat mendukung stabilitas permintaan dalam beberapa bulan mendatang.

Ahmedabad