ZoyaPatel

Prajogo Pangestu Pimpin Daftar Taipan Indonesia Terbaru Forbes 2026

Mumbai

UPBERITA.COM -  Majalah bisnis global Forbes kembali merilis daftar orang terkaya dunia per 1 April 2026, yang mencerminkan dinamika kekayaan para konglomerat Indonesia. Pembaruan ini menunjukkan pergeseran posisi di jajaran teratas, di mana sejumlah nama lama masih mendominasi, namun perubahan nilai aset akibat kinerja bisnis dan fluktuasi pasar membuat komposisi lima besar mengalami pergeseran.

Sektor energi, perbankan, serta teknologi tetap menjadi penopang utama kekayaan para taipan Tanah Air hingga saat ini. Forbes mencatat bahwa Prajogo Pangestu kembali menempati posisi teratas dalam daftar orang terkaya di Indonesia.

Profil Orang Terkaya Indonesia per April 2026 Versi Forbes

Pembaruan daftar orang terkaya oleh Forbes per 1 April 2026 menyoroti pergerakan aset dan posisi para miliarder Indonesia. Prajogo Pangestu, dengan kekayaan mencapai US$20,4 miliar atau sekitar Rp352,9 triliun (dengan asumsi kurs Rp17.300 per dolar AS), menduduki peringkat pertama, meskipun nilainya turun US$8,2 miliar dibandingkan bulan sebelumnya. Ia berada di peringkat ke-123 secara global, dengan dominasi sektor energi dan petrokimia melalui Barito Group.

Robert Budi Hartono naik ke posisi kedua dengan kekayaan US$17,6 miliar (Rp304,4 triliun), meskipun mengalami penurunan US$2 miliar. Ia berhasil menyalip Low Tuck Kwong, yang kini berada di posisi ketiga dengan kekayaan US$16,8 miliar (Rp290,6 triliun), berkurang US$3,3 miliar. Low Tuck Kwong dikenal dengan sektor pertambangan batu bara dan energinya melalui Bayan Resources.

Anthoni Salim menduduki peringkat keempat dengan kekayaan US$11,8 miliar (Rp204,1 triliun), naik satu peringkat meskipun turun US$1,2 miliar. Sektornya mencakup konglomerasi di bidang pangan, ritel, telekomunikasi, dan infrastruktur melalui Salim Group. Tahir dan keluarga menyusul di posisi kelima dengan kekayaan US$9,9 miliar (Rp171,2 triliun), turun US$600 juta, dengan fokus pada sektor keuangan, properti, dan kesehatan dari Mayapada Group.

Otto Toto Sugiri menempati posisi keenam dengan kekayaan US$9 miliar (Rp155,7 triliun), sedikit menurun US$300 juta. Kekayaannya berasal dari sektor teknologi dan pusat data DCI Indonesia. Sri Prakash Lohia berada di posisi ketujuh dengan kekayaan US$8,6 miliar (Rp146,1 triliun), relatif stabil, dengan bisnis di sektor petrokimia dan manufaktur melalui Indorama Group.

Marina Budiman menjadi satu-satunya perempuan dalam daftar 10 besar, dengan kekayaan US$6,5 miliar (Rp112,4 triliun), mengalami penurunan US$200 juta. Ia juga bergerak di sektor teknologi dan pusat data DCI Indonesia. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono naik ke posisi kesembilan dengan kekayaan US$5,5 miliar (Rp95,1 triliun), turun US$900 juta, yang bersumber dari perkebunan dan sumber daya alam seperti kelapa sawit dan tambang.

Posisi kesepuluh ditempati oleh Haryanto Tjiptodihardjo dengan kekayaan US$4,9 miliar atau setara Rp84,7 triliun. Sektor utamanya adalah industri kimia dan energi, khususnya petrokimia melalui Chandra Asri Group.

Sumber : CNN Indonesia

Ahmedabad