Label Gizi Nutri-Level Ciptakan FOMO untuk Gaya Hidup Lebih Sehat
"Bukan hanya dari masyarakat saja, tapi ada pengelola mall juga yang sudah datang, yang 'kita ingin mengimplementasikan'. Ada juga chain restoran yang sudah mau mengimplementasikan. Dan mereka juga pengen mendapatkan image bahwa mereka mau memberikan makanan minuman yang sehat," ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam sebuah podcast bersama ANTARA di Jakarta pada Rabu (22/4/2026).
Dorong Kesadaran dan Perubahan Perilaku
Menurut pandangan Menteri Kesehatan, keinginan untuk hidup sehat tidak dapat dipaksakan. Keberhasilan adopsi gaya hidup sehat hanya akan tercapai apabila kesadaran akan pentingnya kesehatan muncul dari diri sendiri. Kesadaran ini penting agar masyarakat dapat terus bekerja produktif dan menikmati usia senja dengan baik, serta dapat melihat tumbuh kembang generasi penerus.
Menkes Budi memberikan analogi program lari untuk menurunkan tekanan darah yang dinilai kurang diminati dibandingkan tren lari saat Car Free Day (CFD). Antusiasme masyarakat terhadap CFD menunjukkan bahwa aktivitas yang dianggap "keren" dan diikuti banyak orang lebih menarik perhatian.
Oleh karena itu, pada tahap awal implementasinya, Nutri-Level akan bersifat imbauan dan edukasi. Pendekatan edukatif melalui Nutri-Level terbukti efektif di berbagai negara seperti Prancis, Singapura, Belgia, Swiss, dan beberapa negara Eropa lainnya, sehingga diadopsi sebagai upaya peningkatan kesehatan masyarakat Indonesia.
Dengan desain yang sederhana dan mudah dipahami, label gizi ini diharapkan dapat membentuk preferensi masyarakat dalam memilih makanan dan minuman, sekaligus mendorong industri untuk menyediakan pilihan yang lebih sehat. Pemahaman akan pentingnya label gizi ini menjadi krusial mengingat tingginya angka kematian akibat penyakit tidak menular di Indonesia. "Yang mengagetkan saya sebagai (orang) Kementerian Kesehatan adalah ternyata penyebab wafatnya manusia Indonesia itu paling banyak karena penyakit stroke, catatan kita ada 300 ribu per tahun," ungkap Menkes Budi. Penyakit jantung, kanker, dan sakit ginjal juga menjadi penyebab kematian signifikan yang membebani sistem kesehatan.
Sumber : antara
