ZoyaPatel

Rupiah Terdampak Ketidakpastian Gencatan Senjata AS Iran

Mumbai



UPBERITA.COM
-  Nilai tukar rupiah tercatat melemah 38 poin pada penutupan perdagangan Rabu, berakhir di Rp17.181 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini dipicu oleh ketidakpastian mengenai kelanjutan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Menurut pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang akan memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu menjadi faktor utama sentimen pasar. Namun, keputusan ini masih menimbulkan pertanyaan mengenai persetujuan dari Iran dan Israel, terutama mengingat langkah AS yang mempertahankan blokade pelabuhan Iran.

Sentimen Domestik dan Risiko Fiskal

Di tengah dinamika global tersebut, Indonesia juga menghadapi tantangan domestik berupa tekanan likuiditas yang besar pada tahun 2026. Jatuh tempo utang negara yang diperkirakan mencapai Rp833,96 triliun, level tertinggi dalam satu dekade terakhir, memaksa pemerintah untuk melakukan strategi pembiayaan ulang dalam skala besar. Hal ini merupakan fase krusial dalam pengelolaan fiskal, mengingat akumulasi penerbitan utang dari tahun-tahun sebelumnya, termasuk skema burden sharing selama pandemi COVID-19.

Ibrahim menambahkan, "Besarnya volume utang yang harus dibayar memaksa pemerintah melakukan strategi pembiayaan ulang (refinancing) dalam skala besar. Namun, langkah ini tidak lepas dari risiko." Pergerakan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari yang sama juga menunjukkan pelemahan, berada di level Rp17.179 per dolar AS.

Sumber : antara

Ahmedabad