ZoyaPatel

Prabowo Umumkan Program Kredit Rakyat Bunga Rendah 5 Persen

Mumbai



UPBERITA.COM-
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana peluncuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan suku bunga maksimal 5 persen per tahun, sebuah inisiatif yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Instruksi telah diberikan kepada bank-bank badan usaha milik negara untuk segera merealisasikan program ini.

"Sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat, maksimal 5 persen satu tahun," ungkap Prabowo saat menyampaikan pidato pada peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).

Presiden menyadari bahwa masyarakat kecil masih kesulitan mengakses fasilitas kredit murah dari perbankan, bahkan seringkali menghadapi suku bunga yang sangat tinggi.

Ia menambahkan, "Selama ini rakyat kecil kalau pinjam uang bunganya luar biasa gilanya. Betul? Orang kecil pinjam uang bunganya bisa 70 persen setahun, betul?"

Program Perumahan dan Fasilitas Pendukung

Selain program kredit, Prabowo juga mencanangkan program kepemilikan hunian bagi masyarakat, khususnya para buruh. Tujuannya adalah untuk meringankan beban biaya kontrak rumah, di mana cicilan bulanan nantinya dapat dialihkan menjadi pembayaran kepemilikan rumah melalui program pemerintah.

"Tadi saya mengatakan penghasilan kalian 30 persen untuk kontrak, nanti kita akan yakinkan saudara akan miliki rumah tersebut. Jadi yang tadi 30 persen untuk kontrak, kita kurangi, itu adalah untuk cicil rumahmu sendiri," jelas Presiden.

Untuk memastikan program ini tidak memberatkan, Presiden menekankan bahwa tenor cicilan akan dibuat fleksibel, mulai dari 20 hingga 40 tahun. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa buruh, petani, dan nelayan adalah kelompok masyarakat yang menetap dan produktif di wilayahnya, sehingga tidak akan kesulitan untuk melunasi cicilan.

"Kalau belum lunas 25 tahun, 30 tahun. Kalau tidak bisa 35 tahun, 40 tahun, karena buruh tidak mungkin lari kemana-mana. Betul? Karena petani dan nelayan tidak akan kemana-mana, betul?" tegas Prabowo.

Upaya ini sejalan dengan target ambisius Presiden untuk membangun 1 juta rumah pada tahun 2026. Rumah-rumah tersebut rencananya akan dibangun di dekat kawasan industri dan tempat kerja, serta pengembangan kota-kota baru yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti sekolah, fasilitas olahraga, pusat penitipan anak (daycare), dan rumah sakit.

"Kota-kota baru tiap kota mungkin terdiri dari 100 ribu rumah susun dan saya perintahkan harus ada sekolah, harus ada fasilitas olahraga, harus ada daycare, harus ada rumah sakit," ujar Presiden.

Presiden juga menggarisbawahi pentingnya akses transportasi yang memadai di sekitar kawasan hunian pekerja, seperti kereta api ringan atau bis, guna kelancaran mobilitas mereka ke tempat kerja.

Namun, Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, memberikan pandangan bahwa program kredit murah ini berpotensi menimbulkan risiko bagi kinerja industri perbankan. Beberapa risiko yang diidentifikasi meliputi tekanan pada margin bunga bersih (net interest margin), peningkatan kredit macet (NPL), kenaikan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN), hingga potensi penurunan nilai saham bank. "Ini kabar buruk untuk bank BUMN," ungkap Harry.


Sumber : CNN Indonesia

Ahmedabad