ZoyaPatel

Program Comdev Mitra Internasional Perkuat Keterampilan Musik dan Audio Digital bagi Warga Desa Cisaat Subang

Mumbai


UPBERITA.COM - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Program Studi Pendidikan Musik kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis seni dan budaya. Kali ini, UNJ melaksanakan program pengabdian masyarakat kolaboratif internasional bertajuk “Community Empowerment through International Collaboration between Indonesia and Malaysia in Developing Musical Skills in Cisaat Village, Subang, West Java.” 


Program tersebut menggandeng Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, sebagai mitra internasional untuk meningkatkan keterampilan musik masyarakat Desa Cisaat, Kabupaten Subang, Jawa Barat, sekaligus memperkuat potensi ekonomi kreatif berbasis musik.

Program ini menyasar masyarakat Desa Cisaat dengan total peserta sekitar 25 orang, terdiri dari anggota komunitas seni dan kelompok sadar wisata yang diarahkan sebagai sasaran penguatan produksi musik dan pengelolaan pertunjukan. Penetapan jumlah sasaran tersebut dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan perangkat desa dan pengelola sebagai mitra pelaksana di tingkat lokal, sehingga kegiatan dapat berjalan tepat sasaran dan berdampak nyata.

Berdasarkan hasil survei awal tim pengabdian, Desa Cisaat memiliki potensi budaya yang besar dan minat masyarakat yang tinggi terhadap seni musik. Namun demikian, terdapat sejumlah kendala utama yang menghambat pengembangan potensi tersebut, di antaranya keterbatasan akses pelatihan musik secara formal, minimnya ketersediaan alat musik modern, kurangnya pengetahuan tentang manajemen kelompok musik, serta belum adanya pemahaman mengenai teknologi produksi musik digital. Selain itu, aktivitas seni yang selama ini berjalan masih bersifat insidental dan belum terintegrasi dengan strategi pengembangan ekonomi kreatif maupun desa wisata.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian menyusun program yang dilaksanakan melalui empat rangkaian kegiatan lapangan. Tahap pertama berupa survei dan pemetaan kebutuhan mitra, termasuk inventarisasi sarana dan prasarana yang dimiliki warga. Tahap berikutnya dilanjutkan dengan pengadaan alat musik serta perangkat audio yang diperlukan untuk mendukung pelatihan. Selanjutnya, kegiatan inti dilaksanakan dalam bentuk pelatihan intensif yang berfokus pada penguatan keterampilan bermain instrumen, pemahaman tata suara pertunjukan, serta pengenalan teknologi audio digital. Tahap akhir berupa latihan intensif, pertunjukan musik warga, serta sarasehan sebagai forum diskusi keberlanjutan program.


Pelatihan keterampilan musik difokuskan pada instrumen keyboard dan gitar, yang dinilai paling relevan untuk membentuk kelompok musik. Peserta dibimbing mulai dari pengenalan instrumen, teknik dasar penjarian, pembentukan akor, hingga latihan pola ritme. Pelatihan dilakukan dengan metode praktik langsung, latihan kelompok, dan simulasi bermain ensemble agar peserta terbiasa tampil dalam format kelompok. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan, terutama pada kemampuan peserta dalam menjaga tempo dan membangun harmonisasi antar instrumen.

Selain pelatihan instrumen, program ini juga memberikan pembekalan teknis pengelolaan sound system dan tata suara pertunjukan. Peserta diajarkan cara memasang kabel audio dengan aman, mengatur mikrofon, menyeimbangkan volume instrumen dan vokal, serta menghindari gangguan suara seperti feedback. Materi ini menjadi penting karena kualitas pertunjukan musik tidak hanya ditentukan oleh keterampilan pemain, tetapi juga oleh kemampuan teknis dalam menghasilkan output suara yang baik saat tampil di depan masyarakat.

Salah satu materi unggulan dalam program ini adalah pelatihan produksi musik digital menggunakan perangkat lunak FL Studio. Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep Digital Audio Workstation (DAW), proses perekaman instrumen, editing audio, mixing, hingga mastering. Peserta mempraktikkan perekaman permainan gitar dan keyboard secara langsung menggunakan laptop, kemudian mengolah hasil rekaman agar terdengar lebih seimbang dan profesional. Pelatihan ini membuka wawasan masyarakat bahwa produksi musik kini dapat dilakukan secara mandiri dengan teknologi yang relatif terjangkau, sehingga peluang usaha di bidang jasa rekaman dan produksi konten digital semakin terbuka.

Sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif, tim pengabdian juga memberikan pendampingan penyusunan business plan sederhana. Peserta dilatih merancang peluang usaha berbasis musik seperti jasa hiburan untuk acara desa dan hajatan, penyewaan alat musik, layanan rekaman komunitas, serta produksi konten audio-visual untuk kebutuhan promosi. Diskusi bisnis dilakukan dalam kelompok kecil agar peserta terbiasa berpikir strategis dan memahami potensi pasar. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengubah aktivitas seni dari sekadar hobi menjadi aktivitas produktif yang memiliki nilai ekonomi.

Pada kunjungan terakhir, program ditutup dengan latihan intensif dan pertunjukan musik kelompok binaan yang disaksikan langsung oleh perangkat desa dan warga. Pertunjukan tersebut menjadi bentuk implementasi nyata hasil pelatihan sekaligus sarana memperkenalkan kelompok musik desa kepada masyarakat luas. Setelah pertunjukan, tim menggelar sarasehan bersama warga untuk membahas rencana keberlanjutan program, termasuk pembentukan struktur organisasi kelompok musik, penjadwalan latihan rutin, serta pemanfaatan alat musik dan perangkat audio yang telah diserahkan kepada desa.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, dampak program mulai terlihat pada meningkatnya keterampilan musik peserta, terbentuknya embrio kelompok musik desa yang lebih terorganisasi, serta meningkatnya kepercayaan diri masyarakat untuk tampil dalam forum publik. Program ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran baru bahwa seni musik dapat menjadi aset budaya sekaligus peluang ekonomi kreatif yang dapat mendukung pengembangan Desa Cisaat sebagai desa wisata. Dalam konteks monitoring dan evaluasi, indikator utama yang menjadi kata kunci keberhasilan program meliputi pelatihan instrumen modern, produksi musik digital, penguatan manajemen pertunjukan, pemberdayaan komunitas, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis musik.

Ke depan, keberlanjutan program diarahkan pada pembinaan lanjutan kelompok musik desa, pengembangan studio musik sederhana berbasis komunitas, serta pendampingan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan promosi. Tim pengabdian juga mendorong agar kelompok musik dapat terintegrasi dengan agenda desa wisata dan tampil dalam berbagai event budaya tingkat daerah. 

Program ini sekaligus mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), serta SDG 17 (Partnerships for the Goals). Kegiatan ini didanai oleh LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)  melalui program Equity Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan masyarakat berbasis pendidikan, seni, dan inovasi.

Ahmedabad