ZoyaPatel

WHO Peringatkan Potensi Meluasnya Wabah Hantavirus Pasca Insiden Kapal Pesiar

Mumbai



UPBERITA.COM-  
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan mengenai potensi peningkatan kasus Hantavirus menyusul laporan tiga kematian di atas kapal pesiar MV Hondius. Meskipun demikian, WHO menyatakan wabah ini masih dapat dikendalikan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Lima kasus terkonfirmasi dan tiga kasus suspek virus terkait insiden kapal pesiar MV Hondius telah dilaporkan, termasuk tiga korban jiwa. Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa mengingat masa inkubasi virus Andes yang bisa mencapai enam minggu, kemungkinan adanya laporan kasus tambahan sangatlah mungkin.

Hantavirus jenis Andes memiliki karakteristik unik, yaitu kemampuannya menular dari manusia ke manusia, berbeda dari kebanyakan jenis hantavirus lainnya. Kekhawatiran global muncul setelah wabah ini terdeteksi di kapal pesiar yang berlayar melintasi Samudra Atlantik. Namun, otoritas kesehatan menekankan bahwa tingkat penularannya jauh lebih rendah dibandingkan COVID-19.

Direktur Kesiapsiagaan dan Respons Darurat WHO, Abdi Rahman Mahamud, meyakini bahwa wabah ini akan tetap terbatas apabila langkah-langkah kesehatan masyarakat diterapkan secara konsisten dan solidaritas antar negara terjalin.

Penanganan Kasus dan Pencegahan Hantavirus

Saat ini, pasien yang diduga atau terkonfirmasi terinfeksi Hantavirus tengah menjalani perawatan dan isolasi di beberapa negara, termasuk Inggris, Jerman, Belanda, Swiss, dan Afrika Selatan. Hantavirus umumnya ditularkan melalui hewan pengerat yang terinfeksi dan dapat menyebabkan penyakit pernapasan berat, gangguan jantung, hingga demam berdarah. Belum tersedia vaksin atau obat spesifik untuk penyakit ini.

WHO menduga penyebaran virus dimulai dari seorang penumpang yang terinfeksi sebelum naik kapal di Argentina, kemudian menularkan virus kepada penumpang lain selama pelayaran. Kapal MV Hondius membawa total 149 orang, termasuk 88 penumpang, dan dijadwalkan tiba di Tenerife untuk proses evakuasi. Kasus pertama yang teridentifikasi adalah seorang pria Belanda yang meninggal di kapal pada 11 April, diikuti oleh istrinya yang meninggal di Afrika Selatan sekitar 15 hari kemudian setelah menunjukkan gejala serupa. Hasil pemeriksaan pada 4 Mei mengkonfirmasi Hantavirus sebagai penyebab kematiannya.

Mengingat masa inkubasi Hantavirus yang bisa mencapai enam minggu, upaya pelacakan kontak kini dilakukan lintas negara, termasuk terhadap penumpang pesawat komersial yang pernah ditumpangi oleh korban. Seorang penumpang asal Jerman juga dilaporkan meninggal dunia pada 2 Mei dan jenazahnya masih berada di atas kapal MV Hondius.


Ahmedabad