ZoyaPatel

Libur Nataru 2025/2026 Dorong Perputaran Ekonomi Nasional hingga Rp107,5 Triliun

Mumbai


UPBERITA.COM -  Sektor ekonomi Indonesia diperkirakan akan mengalami perputaran dana yang signifikan mencapai Rp107,55 triliun selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Proyeksi ini disampaikan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, mengacu pada potensi pergerakan 119,5 juta pemudik di seluruh penjuru negeri.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, memproyeksikan potensi perputaran uang tersebut berdasarkan Survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan pemudik. Dari total 119,5 juta pemudik, angka tersebut setara dengan 29.875.000 keluarga, dengan asumsi rata-rata empat orang per keluarga. Jika setiap keluarga diperkirakan membawa bekal uang rata-rata Rp3,6 juta, maka potensi perputaran uang bisa menembus angka fantastis tersebut.

"Potensi perputaran uang menembus Rp107,55 triliun," kata Sarman dalam keterangan resminya, Senin (15/12/2025).

Namun, angka proyeksi ini masih berpotensi berubah. Sarman menjelaskan bahwa jumlah pemudik pada periode Nataru kali ini mungkin tidak sebesar tahun sebelumnya, mengingat perayaan ini mendekati bulan puasa pada Februari 2026. Kedekatan waktu ini dapat mendorong masyarakat untuk mempersiapkan diri dan anggaran untuk mudik Idul Fitri 2026, sehingga mengurangi perjalanan liburan Nataru.

Di sisi lain, pemerintah telah menyiapkan berbagai stimulus untuk mendorong pergerakan masyarakat. Kebijakan ini diharapkan dapat mereduksi beban biaya perjalanan yang biasanya meningkat tajam menjelang akhir tahun, sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk tetap melakukan perjalanan.

Dampak Positif dan Antisipasi Ekonomi Nataru

Stimulus yang diberikan pemerintah mencakup diskon tarif tol 10-20% untuk ruas jalan tol di Jabodetabek, Trans Jawa, non-Jawa, dan Trans Sumatera. Selain itu, diskon juga berlaku untuk seluruh moda transportasi darat, laut, dan udara. PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan diskon sebesar 30% untuk kelas ekonomi, sementara Pelni menyediakan potongan sekitar 20% untuk tiket kapal laut. PT ASDP juga memberikan keringanan tarif jasa kepelabuhanan rata-rata sekitar 19% pada lintasan-lintasan prioritas. Untuk angkutan udara, terdapat Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) serta penurunan tarif angkutan udara rata-rata 13%-14% khusus tiket kelas ekonomi dari berbagai maskapai penerbangan.

Berbagai sektor usaha diprediksi akan mengalami peningkatan produktivitas selama libur Nataru. Sarman menyebutkan bahwa pusat perbelanjaan, grosir, jasa parcel, toko kue, hotel, motel, vila, apartemen, restoran, kafe, pusat kuliner, serta pengrajin oleh-oleh khas daerah akan mendapatkan keuntungan. "Aneka produk UMKM, mini market dan pedagang mikro yang tersebar di berbagai objek wisata juga dapat mendapat cuan lebih besar," ujarnya.

Untuk memastikan kelancaran transaksi, Bank Indonesia (BI) dan perbankan diminta menjamin ketersediaan uang tunai dalam berbagai pecahan, baik melalui ATM maupun penarikan langsung. Pemerintah daerah juga didorong untuk mengambil langkah-langkah antisipatif dalam menyambut pemudik dan wisatawan. Pemda diharapkan mengimbau pengelola destinasi wisata, hotel, pengelola parkir, kuliner, dan suvenir agar tidak menaikkan harga secara berlebihan, demi kenyamanan dan dorongan bagi pemudik untuk membelanjakan uangnya.

Ahmedabad