ZoyaPatel

Amerika Serikat Rebut Kekuasaan Venezuela Pasca Penangkapan Maduro

Mumbai
Foto udara Caracas, Venezuela, dengan asap membumbung di kejauhan dan helikopter terbang rendah di langit malam, menandakan ketegangan dan operasi militer yang sedang berlangsung.

UPBERITA.COM -  Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam operasi militer besar-besaran. Trump menyatakan bahwa AS akan mengambil alih pemerintahan Venezuela untuk sementara waktu hingga transisi kekuasaan formal terlaksana.

Langkah ini memicu ketidakpastian politik di Venezuela setelah berminggu-minggu ketegangan diplomatik antara kedua negara. Pemerintah Venezuela segera meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB dan menuntut pembebasan Maduro serta istrinya.

"Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang telah ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar dari negara itu," ujar Trump dalam pernyataannya.

Trump menambahkan, "Kami akan menjalankannya," merujuk pada peran AS dalam mengelola Venezuela pasca penangkapan tersebut, meskipun tidak menutup kemungkinan keterlibatan militer jangka panjang.

Detail Operasi Militer dan Penahanan

Operasi penangkapan Nicolas Maduro dan Cilia Flores dilaporkan berlangsung pada Sabtu (3/1) dini hari. Menurut Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, lebih dari 150 pesawat dikerahkan dalam operasi yang melibatkan pasukan evakuasi dan pendaratan di ketinggian rendah di wilayah Venezuela. Pasukan AS sempat menghadapi perlawanan sebelum berhasil mengamankan Maduro dan istrinya dari kediaman mereka.

Pasangan tersebut kemudian dibawa ke kapal USS Iwo Jima sebelum diterbangkan ke New York. Di sana, mereka dijadwalkan menghadapi dakwaan pidana terkait tuduhan memimpin geng yang disponsori negara dan memfasilitasi perdagangan narkoba. Jaksa Agung Pam Bondi mengumumkan dakwaan baru yang diajukan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York.

Sementara itu, situasi di Caracas dilaporkan relatif tenang setelah laporan adanya ledakan dan suara pesawat pada pagi hari. Pemerintah Venezuela mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengerahkan pasukan militer di seluruh negeri. Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez, yang sebelumnya disebut Trump telah dilantik sebagai presiden sementara, mengecam keras operasi militer AS sebagai serangan brutal terhadap integritas teritorial Venezuela.

Sumber : mediaindonesia.com

Ahmedabad