Harga Baterai Mobil Listrik Turun Drastis Saingi Kendaraan Bensin

UPBERITA.COM - Perkembangan pesat dalam teknologi dan efisiensi produksi kendaraan listrik terus mengubah lanskap otomotif global. Salah satu hambatan utama yang selama ini membuat mobil listrik terasa mahal adalah harga baterai. Namun, tren penurunan harga baterai per kilowatt jam (kWh) diprediksi akan menjadi titik balik penting dalam persaingan pasar.
Menurut analisis terbaru dari BloombergNEF, harga paket baterai telah mengalami penurunan sebesar 8 persen sejak tahun 2024 dan diperkirakan akan terus berlanjut. Penurunan harga ini dipercaya akan menyamakan kedudukan antara mobil listrik dan mobil konvensional.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa ketika harga baterai per kWh mencapai angka 67 dollar AS, maka harga mobil listrik tanpa subsidi akan setara dengan mobil bermesin bensin.
Pergeseran Pasar Menuju Elektrifikasi
Yannes Martinus Pasaribu menyatakan, "Pada saat itu, (produsen) mobil bensin pusing. Kenapa? Karena harga mobil listrik komponennya lebih sedikit." Lebih lanjut ia menambahkan, "Otomatis biaya produksi lebih murah. Terus, kita-kita yang biasa pakai smartphone. Butuh kendaraan yang bisa connected, bisa kita banget, dan sebagainya. Meskipun, mobil bensin juga bisa,".
Komponen terbesar dalam struktur biaya mobil listrik memang terletak pada baterai, yang bisa mencapai 30 hingga 40 persen dari total harga kendaraan. Faktor lain seperti drivetrain dan controller juga berkontribusi, namun secara proporsional lebih kecil dibandingkan baterai. Dengan terus menurunnya harga baterai dan semakin matangnya teknologi, mobil listrik diproyeksikan tidak hanya bersaing dari segi harga, tetapi juga menawarkan keunggulan biaya kepemilikan jangka panjang. Hal ini berpotensi mendorong adopsi kendaraan listrik secara masif di kalangan konsumen.
Sumber : kompas.com