Diskon Tiket Pesawat Ada yang Sampai Februari, JKT-Jogja Rp 600 Ribuan

Diskon ini mencakup berbagai rute domestik, termasuk Jakarta-Yogyakarta yang turun dari harga normal Rp1.104.000 menjadi sekitar Rp630.083. Penawaran spesial ini berlaku untuk pembelian melalui situs web dan aplikasi Pelita Air, serta terbatas pada tanggal 24 Januari 2025.
Promo Spesial Pelita Air Sambut Februari
Menyikapi isu mahalnya tarif tiket pesawat yang kerap dikeluhkan masyarakat, Pelita Air meluncurkan program diskon besar-besaran untuk periode 1 hingga 28 Februari 2026. Langkah ini diharapkan dapat memberikan alternatif perjalanan udara yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Selain rute Jakarta-Yogyakarta, beberapa rute populer lainnya juga mendapatkan potongan harga signifikan. Contohnya, penerbangan Jakarta-Bali yang semula Rp1.744.000 kini bisa didapatkan mulai dari Rp944.163. Rute jarak jauh seperti Jakarta-Makassar turut mengalami penurunan harga dari Rp2.184.000 menjadi sekitar Rp1.160.497.
Direktur Utama Pelita Air, Dendy Kurniawan, menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk apresiasi kepada pelanggan yang telah memilih Pelita Air. "Program harga spesial ini kami hadirkan sebagai bentuk terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayai Pelita Air sebagai pilihan perjalanan udara," ujar Dendy dalam keterangannya pada Jumat (23/1/2026).
Lebih lanjut, Dendy menambahkan bahwa memasuki usia 56 tahun, Pelita Air terus berkomitmen memberikan layanan terbaik yang mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan nilai tambah bagi seluruh penumpang.
Sebagai perbandingan, program diskon tiket pemerintah yang berlangsung selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 berhasil menurunkan harga tiket pesawat rata-rata hingga 24%. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melaporkan bahwa diskon ini berlaku untuk pembelian mulai 22 Oktober 2025 dengan periode terbang 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. "Sementara berdasarkan pemantauan pada periode tersebut, penurunan harga tiket harian tercatat berada pada rentang 15% hingga 19% dibandingkan rata-rata tarif sebelum diskon," jelas Dudy.