Pelni Prediksi Penumpang Kapal Laut Mudik Lebaran Melonjak Enam Persen
Kepala Cabang PT Pelni Jakarta, Antonius Lumban Gaol, menjelaskan bahwa antusiasme pemudik jalur laut akan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. "Kami prediksi ada kenaikan jumlah penumpang mencapai enam persen hingga tujuh persen atau di angka 49.100 penumpang," ucap Antonius di Jakarta.
Kenaikan jumlah pemudik ini sangat berkaitan erat dengan kebijakan stimulus pemerintah yang meringankan beban biaya perjalanan masyarakat. "Ini akan menarik jumlah penumpang yang akan berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok," ujarnya menambahkan keterangan mengenai dampak diskon tiket tersebut.
Guna memberikan kenyamanan lebih kepada masyarakat, seluruh proses transaksi tiket pelayaran kini sudah bisa diakses sepenuhnya melalui platform dalam jaringan atau daring. Sistem digital ini diterapkan untuk memberantas keberadaan perantara tidak resmi di kawasan terminal maupun kantor cabang. "Semua layanan di sini transparan dan tidak ada praktik-praktik kotor itu," tegas Antonius.
Kesiapan Keamanan dan Fasilitas Armada Pemudik
Dalam mengelola lonjakan arus keberangkatan dan kepulangan, pihak perusahaan telah menyiagakan puluhan petugas gabungan di area debarkasi terminal penumpang. Terdapat dua puluh personel khusus dari Pelni, empat belas petugas keamanan internal, serta dukungan empat belas anggota TNI Angkatan Laut. "Kami memastikan tidak ada praktik calo lagi," katanya lagi.
Persiapan matang juga dilakukan melalui uji petik kelaikan kapal serta alat keselamatan penumpang bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Kolaborasi turut melibatkan pihak Pelindo untuk penyiapan fasilitas terminal yang memadai serta pihak kepolisian guna menjamin ketertiban. "Kami bersinergi mewujudkan pelayanan maksimal bagi penumpang di momentum arus balik dan arus mudik ini," kata Antonius.
Sebagai contoh penerapan diskon tarif tersebut, tiket perjalanan kelas ekonomi menggunakan armada KM Labobar rute Tanjung Priok menuju Ambon untuk keberangkatan Jumat, 20 Maret 2026 mengalami penurunan harga yang signifikan. Tarif pelayaran berdurasi empat hari lima belas jam yang awalnya dipatok sebesar Rp808.000 kini dapat dibeli oleh masyarakat dengan harga Rp580.900 saja.
Sumber : antara