ZoyaPatel

Pendidik Dituntut Membekali Mahasiswa Bijak Kelola Teknologi AI

Mumbai


UPBERITA.COM -  Tenaga pendidik memegang peranan krusial dalam mengarahkan mahasiswa untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab dan beretika. Mahasiswa perlu dibekali kemampuan untuk menjelaskan landasan dan alasan di balik penggunaan AI dalam proses akademis mereka.

Associate Professor University of New England Australia, Joshua Matthews, menekankan pentingnya fokus penilaian pada kedalaman proses pembelajaran, bukan semata-mata pada hasil akhir. Hal ini sejalan dengan perkembangan AI yang pesat dalam dunia pendidikan.

Institusi pendidikan yang mampu beradaptasi dan mendesain ulang sistem pembelajaran serta penilaiannya akan mampu mempertahankan kredibilitas di tengah gempuran teknologi ini. Kemampuan untuk terus mengevaluasi dan mengelola AI secara kritis menjadi kunci bagi institusi pendidikan.

Joshua menambahkan, "AI dalam pendidikan akan terus berkembang. Karena itu, institusi perlu mempertahankan pendekatan kritis dalam mengelola dan memanfaatkan AI dalam bidang pendidikan."

Adaptasi Institusi Pendidikan dalam Era AI

Kuliah umum yang membahas "Assessment in the Age of Artificial Intelligence: Learning, Assurance and Institutional Design" di Jakarta ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan University of New England Australia. Acara ini juga menjadi momentum penandatanganan kerja sama antara University of New England dengan beberapa fakultas dan program pascasarjana di UKI.

Wakil Rektor UKI Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Ied Veda Rimrosa Sitepu, dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan AI telah secara fundamental mengubah lanskap kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi. Ia menegaskan, "Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 membawa perubahan sangat cepat. Perguruan tinggi dituntut mempersiapkan sumber daya manusia berdaya saing, mampu membaca perubahan, serta merancang pendidikan yang berorientasi pada masa depan." Penegasan ini menggarisbawahi urgensi bagi institusi pendidikan untuk segera berinovasi dalam menghadapi disrupsi teknologi.

Sumber : Media Indonesia

Ahmedabad