Tabungan di atas Rp 5 M Melonjak 22 Persen, LPS Ungkap Pertumbuhan Nasabah Tajir
UPBERITA.COM - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan lonjakan signifikan pada simpanan masyarakat dengan nominal di atas Rp5 miliar di bank. Pertumbuhan mencapai 22,76 persen, mengindikasikan peningkatan jumlah individu berpenghasilan tinggi di Indonesia.
Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS, Ferdinan D. Purba, mengaitkan kenaikan drastis ini dengan adanya penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah di sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini turut berkontribusi pada tingginya persentase pertumbuhan tabungan di segmen atas.
Sementara itu, simpanan masyarakat pada kategori di bawah Rp100 juta juga menunjukkan pertumbuhan, meskipun tidak sebesar segmen nasabah tajir. Kenaikan tahunan untuk kategori ini tercatat sebesar 3,43 persen.
"Yang di bawah Rp100 juta ini pertumbuhannya year on year (yoy) itu 3,43 persen. Jadi memang kalau dilihat dari pertumbuhan total dia tidak terlalu, tapi dia masih tumbuh yang di bawah Rp100 juta," jelasnya.
Tren Penurunan Nasabah yang Belum Terjangkau Layanan Perbankan
Fenomena peningkatan tabungan di segmen atas ini berjalan paralel dengan penurunan tajam jumlah penduduk yang belum memiliki rekening bank atau unbanked, khususnya pada usia produktif 15-69 tahun. LPS mencatat angka unbanked terus menurun dari 23,5 juta orang pada tahun 2023 menjadi 15,3 juta orang pada tahun 2025.
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, menyampaikan bahwa meskipun terjadi penurunan signifikan, jumlah masyarakat produktif yang belum memiliki rekening perbankan masih tergolong tinggi. Oleh karena itu, LPS akan terus berupaya meningkatkan literasi keuangan dan memperluas jangkauan penjaminan simpanan. "Jumlah ini menurut kami masih cukup besar dan harus terus diturunkan," pungkas Farid.
Sumber : CNN Indonesia
