BMKG Memetakan Daftar Wilayah Potensi Hujan Lebat Selama Periode Libur Lebaran 2026

UPBERITA.COM
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia akan didominasi hujan intensitas ringan hingga sedang selama periode libur Idulfitri 2026. Data terbaru menunjukkan sejumlah titik strategis tetap memiliki potensi diguyur hujan lebat di tengah arus mobilitas masyarakat yang tinggi.
"BMKG terus melakukan analisis dan pemantauan kondisi atmosfer secara berkelanjutan serta menyampaikan informasi dan peringatan dini cuaca secara tepat waktu guna mendukung keselamatan masyarakat dan aktivitas terutama selama periode Angkutan Lebaran 2026," ujar Plt. Deputi Bidang Meteorologi Andri Ramdhani dalam keterangan resminya.
Berdasarkan pantauan terkini, potensi hujan lebat diprediksi meliputi wilayah Sumatera Selatan, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, hingga Bali. Selain kawasan tersebut, wilayah Indonesia Timur seperti Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan juga masuk dalam daftar waspada cuaca ekstrem.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa atmosfer pada Maret 2026 masih sangat mendukung pembentukan awan hujan di berbagai daerah. Meskipun beberapa wilayah mulai menunjukkan tanda peralihan menuju musim kemarau, kondisi curah hujan kategori menengah hingga tinggi diperkirakan masih bertahan sepanjang bulan tersebut.
Mitigasi Cuaca Ekstrem dan Operasi Modifikasi Cuaca
BMKG membagi proyeksi cuaca Maret menjadi tiga tahap utama untuk mempermudah pemantauan. Pada periode 11-20 Maret serta 21-31 Maret 2026, peluang hujan lebat secara spesifik berpotensi terjadi di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Pegunungan.
"Kemudian pada periode 11-20 Maret serta 21-31 Maret 2026, kondisi cuaca diperkirakan masih didominasi hujan ringan hingga sedang, namun peluang hujan lebat berpotensi terjadi di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Pegunungan," kata Faisal dalam Rapat Koordinasi Persiapan Idulfitri di Jakarta.
Sebagai langkah antisipasi dampak bencana hidrometeorologi, BMKG menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan secara situasional. Strategi ini difokuskan pada kawasan dengan tingkat mobilitas penduduk yang tinggi demi menjamin kelancaran arus mudik dan balik lebaran.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi sebelum melakukan perjalanan. Langkah diseminasi informasi ini diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan transportasi akibat cuaca buruk di berbagai jalur utama mudik.
Sumber :