Meta Didenda Rp6,3 Triliun Akibat Kasus Eksploitasi Anak di Platformnya
Persidangan yang berlangsung di negara bagian New Mexico menetapkan Meta bersalah karena melanggar undang-undang negara bagian tersebut. Kasus ini berfokus pada bagaimana platform Meta diduga memfasilitasi kejahatan terhadap anak di bawah umur.
Meta berencana untuk mengajukan banding atas putusan ini. Juru bicara Meta menyatakan bahwa pihaknya tidak setuju dengan keputusan tersebut dan akan menempuh upaya hukum lebih lanjut.
"Kami berupaya keras untuk menjaga keamanan pengguna di platform kami dan menyadari tantangan dalam mengidentifikasi serta menghapus pelaku jahat atau konten berbahaya," ujar juru bicara Meta dalam sebuah pernyataan.
Meta Dituding Utamakan Keuntungan di Atas Keselamatan Anak
Jaksa Agung New Mexico, Raúl Torrez, menyambut baik putusan tersebut sebagai kemenangan bagi anak-anak dan keluarga yang terdampak. Ia menegaskan bahwa denda besar ini seharusnya menjadi pesan kuat bagi perusahaan teknologi besar bahwa tidak ada entitas yang kebal hukum.
"Ganti rugi yang sangat besar yang diperintahkan juri untuk dibayarkan oleh Meta seharusnya mengirimkan pesan yang jelas kepada para eksekutif perusahaan teknologi besar bahwa tidak ada perusahaan yang kebal hukum," kata Torrez.
Tahap kedua persidangan dijadwalkan pada Mei mendatang, di mana kantor Kejaksaan New Mexico akan meminta pengadilan untuk memerintahkan Meta melakukan perubahan platform guna melindungi anak-anak, serta menjatuhkan sanksi finansial tambahan.
Persidangan selama enam minggu ini mengungkap tuduhan bahwa Meta dituding membiarkan predator seksual mengakses pengguna di bawah umur dan menghubungkan mereka dengan korban, yang berujung pada pelecehan dan perdagangan manusia di dunia nyata. Meta sendiri membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa mereka telah melakukan upaya komprehensif untuk mencegah konten berbahaya dan tidak dengan sengaja menyesatkan publik.
Kasus ini menambah daftar panjang tuntutan hukum yang dihadapi Meta terkait dampak platformnya terhadap kesehatan mental kaum muda dan keamanan anak-anak. Perusahaan ini sebelumnya juga menghadapi ribuan gugatan yang menuduhnya sengaja merancang produk agar membuat kaum muda ketagihan, yang berkontribusi pada krisis kesehatan mental.
