ZoyaPatel

15 Perusahaan Siap Ramaikan Bursa Efek Indonesia Bulan Depan

Mumbai



UPBERITA.COM -  
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan bahwa sebanyak 15 perusahaan diperkirakan akan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) dalam waktu dekat, dengan target penyelesaian seluruhnya pada bulan Agustus mendatang. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan ini akan mulai masuk secara bertahap mulai bulan depan.

"Jadi kalau dari sisi laporan keuangannya itu bervariasi. Ada yang Juni, ada yang di Agustus. Jadi yang 15 itu adalah perusahaan-perusahaan yang sangat berpotensi untuk tercatat sampai dengan Agustus," ujar Nyoman saat ditemui di Gedung BEI pada Selasa (19/5).

Meskipun identitas pasti dari perusahaan-perusahaan yang akan melantai di bursa belum diungkapkan, Nyoman memberikan gambaran mengenai sektor yang akan terwakili. Sektor-sektor tersebut mencakup consumer cyclical, consumer noncyclical, infrastruktur, teknologi, dan kesehatan.

"15 ini kalau kita lihat sektornya yang paling banyak itu ada di consumer cyclical, terus kemudian yang berikutnya di consumer noncyclical, kemudian ada infrastruktur, kemudian ada teknologi healthcare. Ini kan menarik juga ya," katanya.

Rincian Perusahaan dan Potensi Dana Segar

Dari total 15 perusahaan yang antre, 11 di antaranya merupakan perusahaan besar, sementara empat sisanya adalah perusahaan menengah. Salah satu sektor yang berpotensi memberikan suntikan dana segar yang signifikan adalah sektor hiburan yang juga mencakup fasilitas kebun binatang. Nyoman menjelaskan, "Bukan Production House tapi itu terkait dengan secara riil dapat kita nikmati entertainment-nya. Artinya kalau dari sisi, apa namanya, kalau anak-anak ingin kita educate ada kebun binatangnya. Itu kan relatif secara real bisa kita lihat."

Penambahan jumlah perusahaan yang akan tercatat di bursa ini sejalan dengan peningkatan jumlah investor ritel baru yang dilaporkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Data OJK menunjukkan penambahan 7 juta investor ritel baru secara year to date (ytd), sehingga total investor di bursa saham kini mencapai 27 juta orang. "Terus kemudian dari sisi kualitas atau performance perusahaan tercatat kita yang ditunjukkan oleh financial performance relatif meningkat," pungkas Nyoman.

Sumber : cnnindonesia.com

Ahmedabad