ZoyaPatel

Kejaksaan Agung Tetapkan Lima Tersangka Korupsi Pengadaan Motor Listrik Badan Gizi Nasional

Mumbai
Gedung Kejaksaan Agung RI di Jakarta dengan suasana kantor penyidik yang profesional, terlihat suasana hukum yang serius dan formal, kualitas gambar tajam dan sinematik.
Kejaksaan Agung Tetapkan Lima Tersangka Korupsi Pengadaan Motor Listrik Badan Gizi Nasional

UPBERITA.COM - Kejaksaan Agung menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis di Badan Gizi Nasional yang melibatkan pengadaan 21.801 unit motor listrik senilai Rp1,39 triliun di Jakarta.

Penyidik melakukan langkah hukum tersebut setelah menemukan bukti adanya praktik penyimpangan, mulai dari penggelembungan harga hingga penggunaan yayasan terafiliasi untuk memuluskan proyek operasional program tersebut.

Tiga mantan petinggi Badan Gizi Nasional yang resmi menyandang status tersangka adalah Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung. Sementara dua tersangka lainnya berasal dari pihak swasta, yakni Asep Yusuf Somantri dan Andri Mulyono selaku Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, menyatakan bahwa penetapan ini dilakukan setelah pihaknya mengantongi dua alat bukti yang sah dalam proses gelar perkara yang dilaksanakan pada hari ini.

Detail Dugaan Modus Korupsi

Penyelidikan mengungkapkan bahwa terdapat dugaan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang melibatkan pihak-pihak dengan kepentingan pribadi. Sebagian besar yayasan yang ditunjuk sebagai mitra kerja diduga memiliki afiliasi langsung dengan para mantan petinggi lembaga tersebut.

Selain masalah yayasan, fokus utama penyidikan saat ini tertuju pada pengadaan kendaraan operasional berupa motor listrik yang menelan anggaran fantastis. Kejagung terus mendalami alur dana serta proses tender yang diduga tidak sesuai dengan aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Kasus ini menjadi sorotan nasional mengingat program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan strategis yang menyedot anggaran negara dalam jumlah sangat besar. Hingga saat ini, tim penyidik masih terus memeriksa saksi-saksi tambahan untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang ikut menikmati aliran dana dalam perkara korupsi ini.

Sumber : viva.co.id

Ahmedabad