Pemerintah Menggencarkan Gerakan Nasional Indonesia ASRI untuk Atasi Darurat Sampah
UPBERITA.COM - Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup menggencarkan gerakan nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) secara serentak di seluruh daerah guna mempercepat penanganan darurat sampah. Langkah strategis ini dilakukan dengan mendorong kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari tingkat rumah tangga serta memperkuat kolaborasi lintas sektor demi menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Gerakan nasional ini melibatkan kepala daerah mulai dari gubernur, bupati, hingga wali kota untuk menyusun kebijakan lokal yang mendukung program tersebut. Langkah ini dirancang untuk mencapai target pengelolaan sampah secara menyeluruh demi menekan kerusakan ekologis yang dipicu oleh penumpukan limbah di berbagai wilayah.
Kementerian Lingkungan Hidup mencatat volume timbunan sampah nasional kini mencapai 51 juta ton per tahun dengan 74 persen di antaranya belum terkelola dengan optimal. Sebagian besar sampah tersebut menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menggunakan metode pembuangan terbuka yang memicu pelepasan gas metana berbahaya ke atmosfer.
"Melalui Hari Lingkungan Hidup tahun 2026 ini, pemerintah juga mendorong gerakan nasional ASRI ini secara serentak dan berkelanjutan di tingkat tapak dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah di tingkat individu. Kemudian juga mendorong kolaborasi lintas sektor serta menunjukkan komitmen Indonesia dalam forum global," kata Pelaksana Tugas Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup, Laksmi Widyajayanti pada Kamis (11/6/2026).
Fokus Utama Gerakan Indonesia ASRI
Gerakan Indonesia ASRI mengusung empat pilar utama dalam penerapannya di tengah masyarakat. Konsep tersebut meliputi aspek Aman yang menitikberatkan pada ketertiban ruang publik, Sehat untuk peningkatan kualitas lingkungan hidup, Resik yang berfokus pada kebersihan terintegrasi, serta Indah untuk menjaga estetika tata ruang yang nyaman.
"Kita juga ada program-program prioritas yang harus dikerjakan dan harapannya bisa menyelesaikan terutama terkait dengan sampah terkelola 100 persen di tahun 2029 sesuai dengan RPJMN," kata Laksmi.
Pemerintah menegaskan bahwa tantangan ekologis saat ini tidak hanya terbatas pada penumpukan sampah di berbagai daerah. Upaya perlindungan lingkungan hidup kini turut difokuskan pada penanganan pencemaran air, tanah, udara, hingga dampak nyata perubahan iklim global sesuai dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Sumber : antaranews.com