Rupiah Melemah Tajam Lampaui Rp17.900 per Dolar AS
Pantauan data dari Bloomberg pada pukul 09.40 WIB menunjukkan pelemahan sebesar 71 poin atau setara 0,40 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Angka ini menandai pertama kalinya mata uang Garuda melampaui ambang batas psikologis Rp17.900 per dolar AS.
Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran di pasar keuangan global. Eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali menjadi sorotan, memicu lonjakan harga minyak dunia dan mendorong investor untuk beralih ke aset yang dianggap lebih aman, seperti dolar AS.
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, sebelumnya telah memprediksi potensi pelemahan rupiah. Ia mengaitkan hal ini dengan meningkatnya risiko geopolitik global.
Sentimen Global Pengaruhi Perdagangan Rupiah
"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS oleh eskalasi baru di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap harapan perdamaian dan melonjaknya harga minyak dunia," ujar Lukman seperti dilansir CNNIndonesia.com.
Sebelumnya, rupiah telah dibuka pada level Rp17.878 per dolar AS pada perdagangan pagi itu. Koreksi sebesar 39 poin atau 0,22 persen dari penutupan sebelumnya sudah mengindikasikan tren pelemahan yang berlanjut.
Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada hari itu akan berada dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS, sebuah proyeksi yang ternyata terlampaui oleh pergerakan pasar yang lebih tajam.