ZoyaPatel

Starlink Milik Elon Musk Kini Tembus Dua Belas Juta Pengguna Aktif di Seluruh Dunia

Mumbai
A sleek, modern Starlink satellite dish installed on the roof of a cozy wooden cabin in a remote, snowy mountain forest, with a glowing blue light representing high-speed internet connection beaming up to a constellation of satellites in the starry night sky, realistic and highly detailed.
Starlink Milik Elon Musk Kini Tembus Dua Belas Juta Pengguna Aktif di Seluruh Dunia

UPBERITA.COM - Layanan internet satelit Starlink besutan SpaceX kini telah berhasil menjaring lebih dari 12 juta pelanggan aktif di ratusan negara karena kemampuannya menyediakan akses internet cepat hingga ke wilayah pelosok. Pencapaian ini memicu kekhawatiran baru mengenai kelangsungan bisnis operator seluler konvensional yang berpotensi terdisrupsi oleh ekspansi teknologi tersebut.

Pertumbuhan pesat basis pengguna teknologi satelit ini dilaporkan mulai mengancam dominasi industri telekomunikasi tradisional, khususnya di Amerika Serikat. Nilai pasar sektor telekomunikasi konvensional di wilayah tersebut diperkirakan mencapai angka 1,6 triliun dolar AS atau setara dengan Rp29.200 triliun.

Melalui akun media sosial resminya, pihak pengembang mengonfirmasi bahwa teknologi satelit mereka telah menjangkau masyarakat global dalam skala besar. "Starlink menghubungkan lebih dari 12 juta pelanggan aktif internet cepat di lebih dari 160 negara," tulis akun X Starlink yang dikutip pada Jumat (5/6/2026).

Kehadiran jaringan broadband nirkabel berbasis ruang angkasa ini dinilai sangat efektif untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur fisik di daerah terpencil atau lokasi pascabencana. Namun, keunggulan jangkauan tersebut kini secara perlahan mulai mengikis pangsa pasar perusahaan penyedia kabel dan seluler konvensional.

Ancaman Bagi Operator Telekomunikasi Tradisional

Lembaga riset Oppenheimer memproyeksikan beberapa raksasa telekomunikasi global seperti AT&T, Verizon Communications, dan T-Mobile berisiko mengalami penurunan jumlah pelanggan yang signifikan dalam waktu dekat. Selain itu, pendapatan industri antariksa global pada tahun 2035 juga direvisi naik menjadi 800 miliar dolar AS dari estimasi awal sebesar 500 miliar dolar AS seiring rencana penawaran saham perdana atau IPO SpaceX.

Sumber : cnbcindonesia.com

Ahmedabad