Penurunan Okupansi Bioskop Mencapai Setengah dari Hari Biasa Selama Bulan Ramadan
Fenomena surutnya penonton ini bukanlah hal baru bagi para pelaku industri perfilman di tanah air. Pola tahunan ini selalu berulang setiap kali memasuki bulan puasa, di mana masyarakat cenderung mengurangi aktivitas hiburan di siang hingga sore hari. Angka penurunan yang terjadi bahkan menyentuh level yang cukup drastis jika disandingkan dengan tingkat keterisian kursi pada periode normal.
"Sebenarnya seperti biasa ya, setiap bulan Ramadan okupansi pasti menurun. Itu sudah jadi pola tahunan. Bisa 50% lebih turunnya kalau dibanding bulan biasa," ujar Suprayitno.
Selain faktor ibadah, strategi dari para distributor film juga memegang peranan penting dalam penurunan okupansi ini. Banyak pemilik film besar atau film unggulan yang memutuskan untuk menunda jadwal rilis mereka hingga momen Lebaran atau setelah Ramadan usai. Keputusan ini diambil untuk memitigasi risiko sepinya penonton yang dapat berdampak pada pendapatan box office.
Penyesuaian Jam Operasional dan Strategi Efisiensi
Meskipun terjadi penurunan secara umum, jam tayang malam hari tetap menjadi waktu favorit bagi pengunjung bioskop, baik di bulan Ramadan maupun hari biasa. Pola kunjungan penonton terlihat melonjak kembali setelah waktu berbuka puasa hingga selesainya ibadah tarawih. Sebaliknya, jam-jam 'ngabuburit' atau sore hari justru menjadi periode yang paling sepi karena berbenturan dengan waktu pulang kantor dan persiapan berbuka.
"Secara keseluruhan memang jam sore dan malam lebih ramai, mau Ramadan atau tidak. Karena kalau jam awal itu kan jam kerja dan sekolah," jelas Suprayitno.
Menanggapi situasi ini, para pengelola bioskop melakukan langkah taktis demi menjaga stabilitas operasional. Beberapa bioskop menerapkan kebijakan efisiensi dengan mengurangi jumlah studio atau layar yang dibuka pada siang hari. Langkah ini dinilai perlu karena minimnya jumlah penonton di jam-jam tersebut tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan.
"Selain efisiensi, memang penontonnya juga berkurang. Jadi pengelola menyesuaikan jumlah layar yang beroperasi," tambahnya.
Walaupun menghadapi tantangan penurunan okupansi, bioskop dinilai masih menjadi salah satu opsi hiburan yang paling stabil dan aman bagi masyarakat di tengah bulan puasa. Antusiasme penonton tetap terjaga, terutama jika terdapat film yang dinilai cukup menarik untuk disaksikan.
"Di bulan Ramadan ini, hiburan yang paling aman ya bioskop. Orang tetap antusias nonton, apalagi kalau filmnya menarik," pungkasnya.
