ZoyaPatel

Bitcoin Anjlok ke US$63.000 Akibat Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

Mumbai

UPBERITA.COM -  Harga Bitcoin dilaporkan mengalami penurunan signifikan hingga menyentuh kisaran US$63.000 setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran. Penurunan ini terjadi secara cepat, dengan Bitcoin kehilangan sekitar 3 persen nilainya hanya dalam hitungan jam pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Meskipun sempat menunjukkan pemulihan dan kembali diperdagangkan di kisaran US$65.000, Bitcoin kembali melemah hingga menyentuh sekitar US$64.700 seiring dengan dinamika konflik yang terus berkembang. Data terbaru menunjukkan Bitcoin mulai menunjukkan pemulihan tipis sebesar 1,31 persen dalam 24 jam terakhir, mendorong harganya ke level US$66.762,06 pada Minggu, 1 Maret 2026.

Analis menilai pelemahan Bitcoin ini mengikuti pola umum yang kerap terjadi saat terjadi guncangan geopolitik. Berbeda dengan aset tradisional seperti saham atau obligasi yang memiliki jam perdagangan terbatas, Bitcoin beroperasi 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Sifat ini menjadikan Bitcoin sebagai salah satu aset yang paling likuid dan cepat bereaksi ketika investor mengurangi risiko global, terutama saat pasar tradisional tutup pada akhir pekan.

Akibatnya, Bitcoin seringkali berperan sebagai "katup pelepas tekanan" untuk sentimen risk-off global. Aset kripto ini cenderung menyerap aksi jual yang dalam kondisi normal juga akan terjadi di pasar saham, komoditas, maupun mata uang. Namun, ketidakmampuan Bitcoin untuk bertahan di atas level US$65.000 mengindikasikan pelaku pasar masih menunjukkan kehati-hatian.

Volatilitas Bitcoin Meningkat Akibat Ketidakpastian Geopolitik

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang merupakan salah satu wilayah paling strategis bagi perekonomian global, secara inheren meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan, termasuk di ranah aset kripto. Dengan karakteristiknya yang sangat likuid dan diperdagangkan tanpa henti, Bitcoin diperkirakan akan terus menunjukkan sensitivitas terhadap perkembangan konflik dan sentimen risiko global dalam jangka pendek.

Investor saat ini memantau dengan seksama apakah Bitcoin mampu mempertahankan posisinya di atas level psikologis US$60.000, atau justru akan kembali mengalami pelemahan jika eskalasi konflik terus berlanjut.


Ahmedabad