Bitcoin Lampaui Emas, Analis Prediksi Harga Capai Rp2,9 Miliar
Pendiri The Bitcoin Layer, Nik Bhatia, mengindikasikan bahwa fase pemulihan mulai terbentuk. Tren positif ini terlihat dari rasio Bitcoin terhadap emas yang mencatat dua bulan kenaikan beruntun, sebuah indikator kinerja aset digital dibandingkan logam mulia.
“Pantulan sudah terjadi,” ujar Bhatia, seperti dikutip dari TipRanks pada Rabu, 6 Mei 2026. Laporan dari Fidelity Investments juga mengonfirmasi bahwa Bitcoin telah memasuki fase akumulasi dan mulai melampaui kinerja emas.
Secara historis, peningkatan tajam pada rasio Bitcoin terhadap emas seringkali menandai akhir dari fase penurunan pasar dan menjadi sinyal awal dari reli besar. Siklus sebelumnya pada tahun 2015, 2019, dan 2022 menunjukkan pola serupa yang menghasilkan kenaikan rata-rata hingga 180 persen dalam rentang waktu satu tahun.
Proyeksi Harga Bitcoin dan Tantangan ke Depan
Jika pola historis tersebut kembali terulang, harga Bitcoin berpotensi menembus US$167.250, atau setara dengan sekitar Rp 2,9 miliar, dengan estimasi kurs Rp 17.380 per dolar AS. Target ambisius ini diprediksi dapat tercapai pada April 2027.
Sejumlah analis turut merevisi naik proyeksi harga mereka. Firma riset Bernstein memperkirakan Bitcoin dapat mencapai US$150.000 pada tahun 2026, seiring dengan adanya pergeseran aliran dana dari emas ke aset digital. Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, bahkan menilai kapitalisasi pasar Bitcoin berpotensi melampaui pasar emas global yang saat ini bernilai sekitar US$30 triliun dalam jangka panjang.
Meskipun optimisme menyelimuti, beberapa indikator teknikal masih memberikan sinyal kehati-hatian. Rasio Bitcoin terhadap emas saat ini masih berada di bawah rata-rata pergerakan jangka panjang yang secara historis menjadi penanda titik terendah pasar. Pola grafik *rising wedge* pada grafik harian juga membuka peluang terjadinya koreksi jangka pendek hingga 20 persen terhadap emas.
Faktor eksternal seperti tingginya harga minyak dan kebijakan suku bunga yang ketat dari Federal Reserve juga dapat memberikan tekanan pada aset berisiko. Hingga pukul 15.45 WIB pada Rabu, 6 Mei 2026, harga Bitcoin tercatat berada di kisaran US$81.648,06 atau sekitar Rp 1,41 miliar, menunjukkan kenaikan 0,98 persen dalam 24 jam terakhir. Arah pergerakan Bitcoin selanjutnya akan sangat bergantung pada kombinasi sentimen pasar, kondisi makroekonomi, dan konfirmasi sinyal teknikal dalam beberapa waktu mendatang.