ZoyaPatel

Pasar Otomotif Bekas Menggeliat Didominasi Minat Mobil Listrik

Mumbai



UPBERITA.COM - 
Pasar mobil bekas di Indonesia menunjukkan pergeseran tren yang signifikan, dengan kendaraan listrik bekas kini semakin diminati konsumen. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu faktor utama yang mendorong masyarakat mencari alternatif transportasi yang lebih efisien.

Sejumlah penjual mobil bekas melaporkan adanya peningkatan permintaan yang cukup agresif terhadap mobil listrik bekas dalam beberapa waktu terakhir. Fariz Czaesariyan, seorang penjual kendaraan bekas daring, menyatakan bahwa mobil listrik bekas menjadi primadona di kalangan calon pembeli. Hal ini tidak terlepas dari tren kenaikan harga BBM yang cenderung berlanjut, serta persepsi nilai depresiasi mobil listrik bekas yang relatif tinggi menjadi daya tarik tersendiri.

"Untuk sekarang jelas segmen EV bekas yang lagi digandrungi banyak calon pembeli. Karena harga BBM yang juga cenderung naik. Lalu tren EV bekas yang 'terkenal' nilai depresiasinya lumayan tinggi menjadi daya tarik lebih bagi para calon pembeli," ujar Fariz kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut, Fariz menjelaskan bahwa kendaraan listrik bekas dengan rentang harga Rp120 juta hingga Rp180 juta banyak diburu konsumen, terutama untuk dijadikan kendaraan kedua. Faktor efisiensi operasional menjadi pertimbangan utama, seiring dengan penyesuaian harga BBM nonsubsidi, khususnya jenis diesel.

Pergeseran Preferensi Konsumen dan Dampaknya pada Penjualan

Fenomena ini berbanding terbalik dengan penjualan kendaraan berbahan bakar konvensional, terutama yang menggunakan mesin diesel. Fariz mencatat bahwa segmen mobil bekas bermesin pembakaran internal (ICE) di kisaran harga Rp200 juta hingga Rp300 jutaan saat ini cenderung sepi peminat. "Untuk sekarang, di segmen mobil (ICE) bekas di rentang harga Rp200 juta sampai Rp300 jutaan sangat terasa sepi ya," katanya.

Keluhan serupa juga dilontarkan oleh Juan Darmawan, pemilik Khayangan Garage. Ia melaporkan penurunan penjualan mobil bekas di tempat usahanya hingga 40 persen dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. "Sebulan itu biasanya mobil bisa keluar sebanyak 5 sampai dengan 8 unit. Sekarang-sekarang ini, paling banyak 4 unit, itu juga udah susah banget," ungkap Juan.

Juan menambahkan bahwa segmen kendaraan diesel menjadi yang paling terdampak. "Yang jelas mobkas diesel lagi jatuh penjualannya karena imbas BBM naik," tegasnya. Meskipun demikian, Juan menilai kondisi ini masih merupakan bagian dari dinamika pasar yang pernah terjadi sebelumnya. Selain itu, masyarakat saat ini cenderung lebih memprioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan pokok.

Sumber : otomotif.antaranews.com

Ahmedabad