ZoyaPatel

Program MBG Perluas Sasaran Hingga Ibu Hamil dan Balita

Mumbai


UPBERITA.COM -  Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan persepsi publik mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai masih sempit menyasar siswa sekolah.


Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa prioritas utama program ini adalah kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

Program MBG dirancang untuk memberikan asupan gizi yang memadai bagi kelompok paling rentan dalam fase kritis pertumbuhan dan perkembangan.

Setelah kebutuhan kelompok prioritas ini terpenuhi, baru kemudian program akan diperluas jangkauannya untuk mencakup siswa sekolah.

Memperjelas Sasaran Utama MBG

Sony Sonjaya menekankan pentingnya pemahaman yang benar mengenai sasaran utama program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada seluruh pihak pelaksana untuk mencegah penyimpangan tujuan di lapangan.

"Pada setiap kesempatan konsolidasi program MBG di berbagai daerah, saya selalu menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang berada pada periode emas atau 1.000 hari pertama kehidupan. Setelah itu barulah peserta didik," ujar Sony dalam keterangannya, Senin (1/6//2026).

Forum konsolidasi tersebut melibatkan berbagai unsur penting seperti Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan dan mitra pelaksana, serta Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG di tingkat kabupaten dan kota.

Tujuannya adalah untuk membangun kesamaan persepsi dan memastikan seluruh pelaksana menjalankan program sesuai dengan kebijakan pemerintah yang telah ditetapkan.

Sony mengakui masih ada yayasan dan mitra pelaksana yang belum sepenuhnya memahami fokus utama MBG, sehingga sebagian masih beranggapan program ini hanya ditujukan untuk siswa sekolah.

Kesalahpahaman ini diduga dipicu oleh istilah "school meal" yang kerap muncul dalam pembahasan program pemenuhan gizi, sehingga dipersepsikan hanya berkaitan dengan pemberian makanan bagi pelajar.

Padahal, program MBG yang diterapkan pemerintah Indonesia memiliki ruang lingkup yang lebih luas, dirancang sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak fase awal kehidupan.

Sumber : viva.co.id

Ahmedabad