ZoyaPatel

Rupiah Menguat ke Level Rp 17.905 setelah Bank Indonesia Menaikkan BI Rate Menjadi 5,50 Persen

Mumbai
A close-up photo of clean Indonesian Rupiah banknotes with a green digital stock market chart showing an upward trend in the background, professional financial concept.
Rupiah Menguat ke Level Rp 17.905 setelah Bank Indonesia Menaikkan BI Rate Menjadi 5,50 Persen

UPBERITA.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot Jakarta menguat 153 poin ke level Rp 17.905 setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan guna meredam dampak gejolak global. Langkah pre-emptive ini diambil otoritas moneter untuk menstabilkan mata uang garuda di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah yang mulai mereda.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, kurs rupiah berada di level Rp 18.141 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 9 Juni 2026. Angka tersebut menunjukkan penguatan sebesar 30 poin dari posisi hari sebelumnya yang berada di level Rp 18.171 per dolar AS.

Sementara itu, pada perdagangan pasar spot hari Rabu, 10 Juni 2026 hingga pukul 09.04 WIB, mata uang rupiah ditransaksikan menguat sebesar 0,85 persen. Rupiah bergerak ke posisi Rp 17.905 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp 18.058 per dolar AS.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen bertujuan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar. Kebijakan ini juga menjadi langkah antisipasi untuk mengendalikan laju inflasi domestik. "Serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027, agar tetap berada di kisaran sasaran 2,5±1 persen sebagaimana yang ditetapkan pemerintah," kata Ibrahim pada Rabu, 10 Juni 2026.

Sinergi Kebijakan Moneter dan Fiskal

Guna mendukung langkah Bank Indonesia, pemerintah juga tengah menyiapkan paket stimulus ekonomi baru untuk menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus diperkuat untuk memastikan perekonomian nasional tetap tumbuh positif di tengah tekanan global. Ibrahim memproyeksikan pergerakan mata uang garuda akan berada dalam rentang tertentu pada akhir perdagangan. "Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 18.050-Rp 18.100," ujarnya pada Rabu, 10 Juni 2026.

Sumber : viva.co.id

Ahmedabad